GarudaXpose.com I Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang menghadapi sejumlah tantangan strategis dalam menyusun arah pembangunan ke depan. Hal tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lumajang Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu (7/1/2026).
Bupati Lumajang dalam sambutannya menegaskan bahwa kondisi kapasitas fiskal daerah yang masih berada pada kategori rendah menuntut perencanaan pembangunan yang semakin cermat, terukur, dan berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat. Setiap kebijakan, menurutnya, harus disusun dengan prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran.
“Kapasitas fiskal kita masih terbatas. Karena itu, seluruh program pembangunan harus disusun berdasarkan skala prioritas yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain persoalan fiskal, Bupati juga menyoroti kinerja pertumbuhan ekonomi daerah. Meski secara angka telah memenuhi target, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang masih tercatat sebagai yang terendah di kawasan Sekarkijang atau eks Karesidenan Besuki dan Lumajang. Kondisi ini menjadi tantangan serius untuk mendorong kebijakan ekonomi yang lebih progresif dan inklusif.
Bupati menekankan pentingnya penguatan sektor-sektor potensial daerah, penciptaan iklim investasi yang kondusif, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja.
Isu lain yang tak kalah penting adalah penanganan stunting. Bupati menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas sumber daya manusia Lumajang di masa depan. Oleh karena itu, penurunan angka stunting terus diupayakan melalui pendekatan lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, hingga peran aktif masyarakat.
“Stunting adalah pekerjaan rumah bersama. Keberhasilan penanganannya sangat menentukan kualitas generasi Lumajang ke depan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa tahun 2027 akan diwarnai dengan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban sosial, serta kondusivitas daerah agar agenda demokrasi berjalan dengan aman dan lancar.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai keterbatasan yang ada. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci agar pembangunan Kabupaten Lumajang tetap berjalan berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan.
Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 diharapkan menjadi ruang penyelarasan persepsi dan penguatan komitmen bersama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang realistis, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat Kabupaten Lumajang.













