GarudaXpose.com I Lumajang – Peresmian jalan lingkungan hasil Program Pokok Pikiran (POKIR) DPRD di Dusun Krajan RT 025 RW 008 Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa-Timur menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan DPRD dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Peresmian jalan lingkugan hasil program POKIR DPRD Lumajang tersebut, langsung dilakukan Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si (Bunda Indah) bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj dan peresmian Musala Al Hidayah, Sabtu malam (24/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dihadiri anggota Komisi D DPRD Lumajang Awaluddin Yusuf , unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa Program POKIR merupakan instrumen strategis untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Melalui mekanisme ini, usulan warga yang diserap langsung oleh anggota DPRD dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari,” ungkap Bunda Indah.
Menurut Bunda Indah, bahwa POKIR ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara legislatif dan eksekutif.
“POKIR bukan sekadar program, tetapi bentuk nyata kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Dari sinilah aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga,” tegasnya.
Bunda Indah menilai pembangunan jalan lingkungan memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung aspek dasar kehidupan masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas, akses layanan pendidikan dan kesehatan, hingga pergerakan ekonomi warga. Infrastruktur permukiman yang layak dinilai sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.
Bupati Lumajang juga mengapresiasi peran aktif anggota DPRD yang tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengawal proses penganggaran hingga pelaksanaan di lapangan. Sinergi ini, menurutnya, menjadi kunci terciptanya pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan wakil rakyat akan mempercepat pemerataan pembangunan. Jalan lingkungan seperti ini mungkin kecil skalanya, tetapi dampaknya besar bagi aktivitas dan keselamatan warga,” tungkasnya.











