Garudaxpose.com | Palembang,- Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menyelesaikan tahap empatnya dengan penyelesaian tenant food atau tempat orang berjualan usaha mikro kecil menengah (UMKM) bagi umkm setempat.
Jadi ada beberapa tenant disana yang sudah selesai, ini nanti PSDA Sumsel akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel selaku pemilik aset, demikian diutarakan Kepala Dinas PSDA Sumsel Ir H Herwan, M.M melalui Sekretaris Dinas PSDA Sumsel H A Yudi Saputra, S.T., M.T, saat ditemui dikantornya.
Dikatakan Kepala Dinas PSDA Sumsel Ir H Herwan, M.M melalui Sekretaris Dinas PSDA Sumsel H A Yudi Saputra, S.T., M.T, karena danau OPI itu tercatat menjadi asetnya Disbudpar Sumsel, otomatis nanti yang akan membuat mekanisme atau SOP pengelolaan tadi tempat UMKM tadi itu sepenuhnya Disbudpar Sumsel yang mengoperasionalkan dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kami sih mungkin di awal Februari 2026 atau mungkin akhir bulan Januari 2026 akan rapat dahulu dengan Disbudpar Sumsel ya karena bahwa memang enam bulan ke depan kan masih masuk masa pemeliharaan sampai bulan Juni 2026 masih pemeliharaan PSDA Sumsel.
“Tetapi bisa dilakukan serah terima pengelolaan sementara, artinya kalau memang ini Disbudpar Sumsel sudah bisa mulai menyiapkan regulasi penyewaannya tenant-tenant makan tadi,” ujarnya.
Kemudian, sehingga fasilitas-fasilitas di danau OPI itu bisa beroperasi, di mana rencana tenant itu berada di sisi barat. Jadi kalau masuk plaza, ini plaza kalau kita berdiri dari plaza itu berada disisi kanan, sisi UMKM itu. Jadi dia kiri kanan ada lima kanan dan lima Kiri UMKM, tidak banyak, tapi bentuk tenant nya ya bentuk yang memang menarik lah, artinya dalam bentuk etetika yang baik.
Jadi harapan kita sih, dari awal adalah dari awal PSDA Provinsi Sumsel memperbaiki atau merevitalisasi danau OPI adalah yang pertama meningkatkan kapasitas penampungan, melengkapi danau OPI dengan fasilitas pendukung, jadi destinasi wisata baru.
“Insya Allah kesemuanya ini sudah sebenarnya sudah tercapai, tetapi memang didalam detail designnya, design yang dibuat pada tahap perencanaan awal itu masih belum komplit dibangun oleh Dinas PSDA Sumsel,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, harapan kita bisa dibantu daru dana pihak lain, dalam hal ini mungkin corporate responsibility (CSR) badan usaha milik negara (bumn), badan usaha milik daerah (bumd). Untuk keseluruhan artinya seperti play ground dan lain-lain belum, makanya tadi kami sampaikan kalau sesuai dengan dokumen design awal itu belum, yakni belum rampung semua.
Tetapi tujuan utamanya danau OPI itu sudah tercapai sebetulnya, tujuan utamanya meningkatkan tampungan, sebagai bangunan pengendali banjir, destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, itu masuk sudah.
“Destinasi wisata sudah kelihatan sekarang, Danau OPI sudah jadi tempat orang berkumpul, olahraga, tempat jogging track sudah berfungsi, berfoto, dan foto-foto,” katanya.
Masih dilanjutkannya, terbaru di Desember ini rampungnya UMKM, tempat berjualannya UMKM harapan kami tahun ini pun UMKM sudah berjalan di danau OPI. Di mana yang kurang hanya halaman parkir, tempat parkir atau area parkir, play ground, dan sport area, dimana sport area itu yakni gym area. Jadi kami awalnya merencanakan beberapa alat, yakni alat fitnes yang ditaruh di out door itu belum.
Sampai hari ini belum kami bangun itu, play ground, tempat bermain anak, itu juga konsep nya out door, dan ini juga belum. Lahan parkir itu bersebelahan dengan tidak jauhlah dari arah yang pintu masuk, jadi berada diantara plaza dan tenan makanan jadi bersebelahan, diantaranya itu lahan parkir.
“Mekanisme untuk parkir, ya kami kalau di awal kemarin sudah kami bedakan sampai dengan parkir sepeda pun ada disana, jadi mobil, motor, dan sepeda,” ucapnya.
Masih disampaikannya, pengelolaan nanti akan diatur oleh Disbudpar Sumsel. Jadi untuk volume air yang bisa di tampung itu sudah meningkat, artinya dari kondisi awal danau OPI sebelum dilakukan normalisasi dan pendalaman dangkal, sekarang sudah meningkat kapasitas air yang tertampung bisa menampung.
Kedua adalah kami sudah melengkapi saluran-saluran yang tadinya danau OPI itu hanya sebagai mangkok, wadah, air tampungan mati, tidak berjalan, jadi cuma nampung, makanya itu resiko banjirnya lebih besar kemarin.
“Karena kalau debit airnya tinggi dia tidak bisa di buang kemana-mana, sekarang kami sudah melengkapi dan menyambungkannya itu ke sungai dari danau itu,” imbuhnya.














