Arak-Arakan Becak Listrik Lansia Simbol Pembangunan Humanis di Lumajang

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Arak-arakan becak listrik di pusat kota Lumajang menjadi simbol pembangunan yang berorientasi manusia dan strategis. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari proyek infrastruktur besar, tetapi dari kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang nyata menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat kecil, khususnya tukang becak lansia yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas kota.

Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menegaskan, program becak listrik dirancang sebagai intervensi sosial yang bersifat inklusif dan memberdayakan.

“Setiap unit becak listrik yang melintasi pusat kota adalah simbol bahwa pembangunan kami menempatkan manusia sebagai prioritas. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud penghargaan terhadap warga yang produktif di usia lanjut, sekaligus memastikan mereka tetap memiliki peran ekonomi yang bermartabat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bunda Indah menekankan, dampak kegiatan ini bersifat multi-dimensi. Secara sosial, tukang becak lansia tetap produktif, terjamin kesejahteraannya, dan memperoleh pengakuan publik; secara ekonomi, aktivitas becak wisata mendorong perputaran ekonomi lokal, membuka peluang bagi pedagang kecil, UMKM, dan sektor jasa wisata; secara lingkungan, penggunaan becak listrik menggantikan tenaga konvensional mengurangi polusi udara dan kebisingan, menghadirkan kota yang lebih nyaman bagi warga dan wisatawan.

Lebih jauh, arak-arakan ini menegaskan prinsip pembangunan humanis yang menyentuh masyarakat dari lapisan paling dasar. Pemerintah Kabupaten Lumajang menekankan bahwa setiap program harus menciptakan efek berganda seperti, memberdayakan warga penerima manfaat, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Arak-arakan becak listrik bukan sekadar simbol, tetapi representasi nyata pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada manusia sebagai pusat kebijakan,” tungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak
Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Intensif Tangani Banjir Akibat Luapan Kali Sabi
Tanggap Bencana Banjir, Pemkot Tangerang Bangun Dapur Umum hingga Tingkat Kelurahan
Babinsa Koramil 0820-03/Leces Laksanakan Komsos dan Kerja Bakti Bersama Warga Desa Leces
Bahas KUHP dan KUHAP Terbaru Perkuat Koordinasi Dengan Kajari
35 ASN Brebes Pensiun, Bupati Ajak Tetap Produktif dan Dukung Pembangunan
Kereta Comuterline Supaspro Siap Beroperasi 1 Maret, Tarif Probolinggo – Surabaya Hanya 8.000
Semangat Kebersamaan Warnai Hari Jadi Brebes 348 di Kersana

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:12 WIB

Cuaca Ekstrem Picu Banjir, Pemkot Tangerang Berlakukan PJJ di Sekolah Terdampak

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:41 WIB

Petugas Gabungan Pemkot Tangerang Intensif Tangani Banjir Akibat Luapan Kali Sabi

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:05 WIB

Tanggap Bencana Banjir, Pemkot Tangerang Bangun Dapur Umum hingga Tingkat Kelurahan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:49 WIB

Babinsa Koramil 0820-03/Leces Laksanakan Komsos dan Kerja Bakti Bersama Warga Desa Leces

Jumat, 23 Januari 2026 - 04:29 WIB

Bahas KUHP dan KUHAP Terbaru Perkuat Koordinasi Dengan Kajari

Berita Terbaru