Sorotan Tajam: Betonisasi Saluran Irigasi di Pebatan, Brebes, Menuai Pertanyaan
BREBES,GarudaXpose.com-3 Januari 2026 -Pembangunan beton di atas lahan PT KAI di Desa Pebatan, Wanasari, Brebes, memicu sorotan publik. Prosedur perizinan dan transparansi anggaran dipertanyakan. Banyak pihak yang merasa tidak puas dengan proses pembangunan ini, terutama warga sekitar yang merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Heri Tato dari Yabpeknas menekankan bahwa pemanfaatan lahan BUMN harus sesuai regulasi. “Lokasi ini seharusnya bebas hambatan demi keamanan kereta api,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan ini harus mempertimbangkan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat menuntut transparansi anggaran dan fungsi proyek. “Harus jelas, jangan ada kesan tertutup,” tambah Heri. Mereka ingin tahu berapa anggaran yang digunakan, siapa saja yang terlibat, dan apa saja manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
Warga Pesantunan protes pembetonan saluran irigasi yang menyebabkan banjir. “Kami minta solusi, tapi tidak ada jawaban,” kata warga. Mereka merasa bahwa pembangunan ini hanya memindahkan masalah ke tempat lain, bukan menyelesaikannya.
Dinas PSDA Brebes sudah turun ke lokasi dan berjanji membantu normalisasi saluran. “Insyaa Allah, kami bantu agar air mengalir,” tulis Zudan, Kepala Dinas PSDA Brebes. Namun, warga masih menunggu tindakan nyata dari pemerintah.
Kades Pebatan, Agus, membenarkan bahwa pembangunan betonisasi saluran irigasi tersebut menggunakan anggaran desa. “Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait dan memiliki izin,” katanya. Namun, Agus tidak menjelaskan secara detail tentang perizinan dan anggaran yang digunakan. “Tanya saja ke Dinas PSDA, mereka yang tahu,” tambahnya.
Warga sekitar berharap agar pemerintah segera menyelesaikan masalah ini dan memberikan solusi yang tepat. “Kami tidak ingin banjir lagi, tolong bantu kami,” harap warga. Mereka ingin hidup aman dan nyaman, tanpa harus khawatir dengan banjir setiap kali hujan turun.
Sementara itu, Camat Wanasari, Andi, menyatakan bahwa pemerintah kecamatan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami akan terus berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Dini, salah satu warga Pebatan, juga berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat. “Kami hanya ingin hidup aman dan nyaman, tidak ada lagi banjir yang mengganggu kami,” katanya.
(Agus)













