Akademisi Jadi Mitra Strategis, Lumajang Perkuat Tata Kelola dan Ketahanan Sosial

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan kolaborasi dengan kalangan akademisi sebagai elemen penting dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang kian kompleks. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam Sarasehan Nasional Refleksi Akhir Tahun Forum Perguruan Tinggi Swasta (FPTS) Lumajang yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (23/12/2025).

Bagi Kabupaten Lumajang, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas keilmuan perguruan tinggi. Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menilai kehadiran akademisi tidak hanya penting sebagai mitra diskusi, tetapi juga sebagai penggerak solusi berbasis riset yang relevan dengan kondisi lokal Lumajang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sarasehan ini kami harapkan menjadi titik temu antara kebutuhan riil daerah dengan pemikiran akademis. Lumajang membutuhkan gagasan dan inovasi yang lahir dari kajian ilmiah untuk menjawab persoalan di lapangan,” ungkapnya.

Sejalan dengan tema “Kerja Sama FPTS dan Pemerintah Daerah dalam Memperkuat Tata Kelola Ketahanan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan”, Pemkab Lumajang mendorong optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi agar lebih membumi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian diharapkan terarah pada persoalan-persoalan konkret yang dihadapi daerah.

Bunda Indah memaparkan sejumlah isu strategis Lumajang yang membutuhkan kontribusi pemikiran akademisi, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan yang efisien dan transparan, pengembangan sistem deteksi dini gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, hingga pemerataan infrastruktur dasar yang disertai mitigasi bencana berbasis riset, mengingat karakter wilayah Lumajang yang memiliki potensi risiko bencana.

Selain itu, optimalisasi potensi ekonomi lokal juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah mendorong peran akademisi dalam penguatan sektor unggulan daerah, termasuk penetapan Produk Unggulan Daerah (PUD) sesuai amanat Permendagri Nomor 9 Tahun 2014, agar pengembangan ekonomi Lumajang memiliki arah yang jelas dan berbasis data.

Isu kerawanan sosial dan pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus pembangunan daerah. Menurut Bunda Indah, Lumajang membutuhkan dukungan riset dan pengabdian yang mampu memperkuat kebijakan publik, sehingga intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Bupati Lumajang secara terbuka mengajak akademisi FPTS Lumajang untuk menjadikan isu-isu strategis daerah sebagai objek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis data (evidence-based policy) yang aplikatif dan kontekstual bagi Lumajang.

“Dengan sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi, kami optimistis Lumajang dapat membangun kebijakan yang lebih kuat, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” tungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam
Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini
Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:19 WIB

Jutaan Batang Rokok Ilegal Jadi Abu, Bea Cukai Sibolga: Kami Tidak Tinggal Diam

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Gema Wayang Santri di Luwungragi: Lakon Sayidin Macan Gembong dan Tamparan Keras untuk ‘Londo Ireng’ Masa Kini

Kamis, 17 September 2026 - 02:17 WIB

Hilangkan Ruang Pungli, Perlu Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Berita Terbaru