GarudaXpose.com | Medan – Disini menggambarkan seorang GUBERNUR YANG LAPAR bersama Rakyatnya, dan merupakan seorang GUBERNUR yang “ Membeli Akhirat Dengan Dunianya”.
Peristiwa ini merupakan Kejadian yang Real di zaman Rasulullah Muhammad Saw.
Seperti diriwayatkan , Sai’d Bin Amir awalnya hanyalah seorang Pemuda Quraishy biasa. Satu dari sekian ribuan orang yang tertarik akan memenuhi Panggilan Pembesar MAKKAH menuju kota TANA’ IM , diluar kota MAKKAH.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panggilan tersebut bukanlah untuk kunjungan Perayaan dan Perniagaan , melainkan untuk mempersaksikan sebuah adegan “ KEJAM” untuk Eksekusi KHUBAIB BIN’ ADI RADIYALLAHU ANHU , sahabat Rasulullah yang ditawan oleh : kaum Musyrikin.
Ketampanan, Postur Tubuh yang Gagah dan Kecerdasannya Sa’id bin Amir mendapatkan kedudukan yang terhormat dari Pendukung Pendukungnya, maupun Kaumnya. Sampai Sampai ianya pun mendapat tempat duduk dekat dengan Pembesar Pembesar suku Qurai’sy .
Seperti , Abu Sofyan Bin Harb , Safwan Bin Ummayyah serta Tokoh Tokoh berwibawa lainnya.
Ketika rombongan Qurai’sy tiba membawa tawanan mereka , SAI’D Bin Amir berdiri Tegak memandang KHUBAIB yang diarak menuju kayu Penyaliban.
Ditengah Sorak sorai teriakan Wanita dan Anak Anak , Sai’d mendengar suara yang Tenang , Jernih dengan penuh keyakinan yang berbeda.
KHUBAIB berkata dengan lirih, “ Izinkan Aku SHALAT DUA RAKAAT , sebelum kalian Membunuhku jika kalian Izinkan???”.
Sai’d memandang dengan penuh perhatian dan serius, Khubaib menghadap KIBLAT dan melaksanakan SHOLAT dua Rakaat . Sholat yang begitu singkat namun sangat menghunjam ke lubuk sanubari serta khusyuk.
Setelah Sholat selesai, Khubaib menoleh kepada Orang Orang Qurai’sy dan berkata: Demi ALLAH , seandainya kalian tidak menyangka Aku memperpanjang SHOLAT karena takut MATI, niscaya Aku akan menambahnya.
Setelah itu terjadilah Peristiwa yang tidak bisa dihapus dari Ingatan Sai’d dalam hidupnya.
Ia menyatakan keimanannya melepaskan diri dari dosa dosa sebagai seorang Qura’isy.
Baik dari berhala hala , patung patung mereka, dan ia nya MENGIKRARKAN DIRI NYA kepada Agama Allah .
Ketika Rasulullah Wafat , ia tetap berada di JALAN KEBENARAN , menghunus Pedangnya di masa Ke KHILAFAHAN Abu Bakar dan Umar RA.Ia hidup sebagai seorang PANUTAN / TELADAN seorang Mukmin yang sungguh sungguh “ MEMBELI AKHIRAT DENGAN DUNIA”.
Ia lebih mengutamakan KERIDHAAN ALLAH daripada HAWA NAFSUNYA dan Kesenangan sesaat.
Kejujuran dan Ketaqwaan nya di ketahui oleh : Abu Bakar dan Umar. Mereka mendengarkan Nasehatnya serta Pendapatnya.
Pada masa awal Kekhilafahan Umar, SA’ ID berkata dan berwasiat bahwa : Umar katanya Kamu HARUS TAKUT PADA ALLAH dalam URUSAN MANUSIA dan Engkau jangan sekali kali TAKUT PADA MANUSIA DALAM URUSAN ALLAH . Camkanlah wahai Umar dan ini penting juga bagi kita sebagai Makhluk Allah .
Janganlah UCAPANMU bertentangan dengan PERBUATANMU, sebab sebaik baik UCAPAN adalah : yang sesuai dengan PERBUATAN.
Tak lama kemudian Umar meminta SA’ ID membantunya. Kami mengangkatmu sebagai Seorang GUBERNUR HIMSH kata Umar.
Iapun berangkat ke HIMSH , dimana SEORANG GUBERNUR yang terikat HATINYA ke Akhirat , dan seorang SAKSI PENYALIBAN yang sepanjang hidupnya yang tidak pernah lupa dengan HARGA SEBUAH IMAN.
Beberapa waktu setelah SA’ID BIN AMIR memimpin HIMSH, Khalifah Umar Bin Al Khattabb mengutus penduduk HIMSH itu untuk datang ke Madinah. Tugas mereka adalah : melaporkan keadaan Pemerintahan dan kondisi masyarakat diwilayah tersebut.
Ketika delegasi itu tiba , Umar pun menerimanya dengan penuh perhatian seperti biasanya. Umar meminta satu hal yang dahulukannya sebelum membahas hal hal yang lain.
“ BERIKAN kepadaku daftar FAKIR MISKIN agar diberikan santunan dari BAITUL MAAL.”. Delegasi itupun menyerahkan daftar yang diminta tersebut.
Umar membacanya satu per satu hingga matanya berhenti pada satu nama yang tercantum , sampai ia terdiam cukup lama.
SA’ID BIN AMIR al JUMAHI kata Umar sambil mengangkat kepalanya dan bertanya keheranan.
Siapakah Sa’id Bin Amir yang kalian cantumkan ini?? Umar bertanya.
Gubernur Kami di HIMSH Amirul Mukminin jawab mereka, Umar pun Terperanjat mendengar nama orang tersebut. Apakah benar Gubernur kalian termasuk daftar ORANG MISKIN ????
Delegasi itu saling berpandangan penuh keyakinan. Demi Allah Amirul Mukminin, sering kali di rumahnya tidak KELIHATAN API MENYALA , tidak ada tanda tanda orang memasak di dalamnya.
Mendengar hal itu UMAR pun menangis Air matanya jatuh dan membasahi jenggotnya. Lalu ia terdiam sejenak kemudian masuk kedalam rumahnya , sambil ianya keluar lagi sambil membawa pundi pundi yang berisikan seribu dinar.
Bawalah ini dengan lirih , dan sampaikan salamku kepada SA’ID BIN AMIR . Adapun ini untuk meringankan kebutuhan rumah tangganya.
Kemudian Delegasi itupun berlalu , sampainya mereka di HIMSH pundi pundi yang berisi itu diserahkan pada nya dan menyampaikan salam Umar tersebut.
Begitu SA’ID melihat pundi pundi itu ia menjaukannya seolah ia melihat yang menakutkan , dan dari lisannya keluar ucapan : “ INNALILLAHI WAINNALILAHI RADJIUN”.
Mendengar kata kata itu , sang istri keluar dan bertanya dengan wajah CEMAS. Apakah yang sedang terjadi pada Amirul Mukminin ya SA’ID?? Apakah Umar Bin Al Khattab wafat ??. Tanya istri nya, tidak kata SA’ID BIN AMIR. Pertanyaan berikutnya, Apakah kaum MUSLIMIN KALAH DALAM PEPERANGAN tanya lagi??.
Lebih besar dari itu jawab SA’ID BIN AMIR, lalu apa yang lebih besar itu tanya sang istri dengan gelisah. Dijawab olehnya : BERKATA SA’ID BIN AMIR dengan penuh kesedihan: DUNIA TELAH DATANG KEPADAKU MERUSAK AKHIRATKU, SEBUAH BENCANA TELAH MASUK KERUMAH KITA.
Sang Istripun terdiam sejenak dan berucap aku siap untuk mengusirnya dari sini dengan tegas.
Maukah kau menolongku untuk itu tanya SA’ID, DEMI ALLAH tanpa ragu , kau harus membebaskan dirimu dari semua itu.
Lalu SA’ID mengambil pundi pundi yang berisi itu menyerahkan pada Istrinya untuk diberikan kepada Para JANDA JANDA MISKIN, ANAK ANAK YATIM serta Fakir Miskin dan rakyatnya yang membutukannya , tak satu DINAR PUN TERSISA.
SA’ID BIN AMIR pun hidup kembali sebelumnya , seorang GUBERNUR YANG LAPAR BERSAMA RAKYATNYA, berpakaian seperti mereka dan takutnya kepada ALLAH MELEBIHI TAKUTNYA PADA KEMISKINAN.
Begitulah SA’ID BIN AMIR seorang saksi penyaliban KHUBAIB . Seorang PEMIMPIN YANG GENTAR AKAN HISAB ALLAH. Seorang GUBERNUR YANG tercatat sebagai FAKIR MISKIN.
Ia telah MEMBELI AKHIRAT DENGAN DUNIANYA , dan ianya tidak pernah menyesali akan hal itu. Adakah saat ini seorang PEMIMPIN Presiden, GUBENUR , BUPATI – WALIKOTA sampai ke Pimpinan paling bawah menyerupai POLA HIDUP SAID BIN AMIR AL JUMAHI itu????.
By H. Syahrir Nasution . Glr SUTAN KUMALA BULAN. Pemerhati Kebangsaan dan Kebijakan Publik.
Penulis : M.SN
Editor : Kaperwil Sumut













