Grebeg Gunungan Harjalu ke-770, Pesan Kuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan

- Penulis

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Rangkaian prosesi Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 Tahun 2025 dimaknai lebih dari sekadar perayaan budaya. Melalui grebeg gunungan hasil bumi yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (15/12/2025), Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan ketahanan pangan sebagai pilar strategis pembangunan daerah yang berpijak pada potensi lokal dan keberlanjutan.

Gunungan hasil bumi yang disusun dari beragam komoditas pertanian unggulan mencerminkan peran sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian Lumajang. Simbol tersebut merepresentasikan kesejahteraan petani, kemandirian pangan, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa grebeg gunungan tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga pesan kebijakan yang kuat tentang arah pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gunungan hasil bumi adalah simbol rasa syukur sekaligus pengingat bahwa kekuatan Lumajang bertumpu pada sektor pertanian. Dari tanah inilah kehidupan tumbuh, dan dari petani inilah ketahanan pangan daerah dibangun,” ujar Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari keberpihakan terhadap petani dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pembangunan Lumajang diarahkan agar tetap menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan pelaku pertanian.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga tentang keberlanjutan. Kita ingin pertanian Lumajang terus kuat, petaninya sejahtera, dan lingkungannya tetap terjaga,” tegasnya.

Bunda Indah menambahkan bahwa potensi lokal harus menjadi pijakan utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Ketika sektor pertanian dikelola dengan baik, Lumajang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih luas.

Grebeg gunungan hasil bumi juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya menghargai hasil kerja petani dan menjaga hubungan yang selaras dengan alam. Tradisi ini menghadirkan pesan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan akar ekonomi masyarakat, melainkan harus tumbuh dari potensi yang dimiliki daerah.

“Melalui tradisi ini, kita ingin menanamkan kesadaran bahwa pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang berpijak pada potensi lokal dan dijalankan secara berkelanjutan,” pungkas Bunda Indah.

Peringatan Harjalu ke-770 menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menjadikan ketahanan pangan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Grebeg gunungan bukan hanya simbol budaya, tetapi pernyataan arah bahwa Lumajang tumbuh dan bergerak maju dengan kekuatan alam, kerja keras petani, dan kearifan lokal yang terus dirawat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Info Jembrana Soal Toleransi dan Kader Posyandu
Kota Probolinggo Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Pemkot Gelar Tasyakuran dan Perkuat Strategi Stabilitas Harga
Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang
Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan di Banyuwangi, Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Anak
Warga Kelurahan Bakungan Banyuwangi Miliki Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
STORY OPERASI SENYAP – OFFICIAL SUPREME FINAL): KEBANGKITAN SANG PREDATOR DIGITAL BER-BNSP, DARI TARUHAN NYAWA MENANTANG HANTU DI SUNGAI REREKET HINGGA TAKTHA LEVEL 10 GOOGLE MAPS
Jual Beli Motor Second Rasa Baru, Gareng Motor78 Hadirkan Beragam Pilihan dan Kemudahan Transaksi
Turnamen sepak bola Ayah jono, Family Gabus Juara Lewat Drama Adu Penalti di lapangan Ahmad Yani Solear

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 08:38 WIB

Info Jembrana Soal Toleransi dan Kader Posyandu

Senin, 8 Juni 2026 - 05:58 WIB

Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

Senin, 8 Juni 2026 - 02:13 WIB

Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan di Banyuwangi, Dorong Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Anak

Senin, 8 Juni 2026 - 02:09 WIB

Warga Kelurahan Bakungan Banyuwangi Miliki Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:59 WIB

STORY OPERASI SENYAP – OFFICIAL SUPREME FINAL): KEBANGKITAN SANG PREDATOR DIGITAL BER-BNSP, DARI TARUHAN NYAWA MENANTANG HANTU DI SUNGAI REREKET HINGGA TAKTHA LEVEL 10 GOOGLE MAPS

Berita Terbaru

Pendidikan

JAWARA: Pendidikan Kesetaraan Jadi Pilar SDM Unggul Brebes

Senin, 8 Jun 2026 - 08:45 WIB

Bali

Info Jembrana Soal Toleransi dan Kader Posyandu

Senin, 8 Jun 2026 - 08:38 WIB