Warga Madina Krisis BBM, Mahasiswa Kecam Mafia PETI yang Tetap Beroperasi di Tengah Bencana

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com l Mandailing Natal — Pasca bencana besar yang melanda tiga provinsi—Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat—pada Selasa (25/11/25), masyarakat di sejumlah daerah seperti Tapanuli Tengah, Tapsel, Padang Sidempuan, Sibolga, hingga Mandailing Natal jatuh dalam situasi krisis bahan bakar minyak (BBM). Di Mandailing Natal, antrean panjang terjadi di hampir seluruh SPBU. Ribuan warga rela mengantre hingga bermalam demi mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit pula warga yang jatuh pingsan akibat kelelahan, sementara para pelajar terpaksa berjalan kaki ke sekolah karena ketiadaan transportasi.

Di tengah derita masyarakat, Ketua Persatuan Mahasiswa Mandailing Natal (PM Madina), Ahmad Zulhamdi, angkat suara. Ia menyoroti ironi yang terjadi: sulitnya masyarakat memperoleh satu liter BBM, sementara para mafia penambang emas ilegal tetap bebas beraktivitas. Nama-nama seperti Puddin, Pawang, Kepde, dan Kholik bahkan kembali viral di media sosial karena diduga terus menjalankan operasi PETI tanpa hambatan.

Hal senada disampaikan Hamdi, mahasiswa FISIP UGN Padang Sidempuan. Ia menyebut aktivitas ilegal di Kecamatan Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek hingga Kotanopan diduga masih berjalan lancar. “Bagaimana mungkin excavator-excavator itu bisa terus beroperasi? Padahal alat berat membutuhkan BBM dalam jumlah banyak. Sementara itu, masyarakat harus membayar hingga Rp35.000 bahkan Rp40.000 per liter hanya untuk kebutuhan harian,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zulhamdi, putra Pantai Barat Mandailing Natal, menilai kondisi ini sebagai bentuk ketidakadilan yang sangat mencolok. “Saat rakyat sekarat mencari minyak satu liter saja, para mafia PETI dan pemasok BBM ilegal justru bebas beroperasi seolah tanpa hambatan. Ini benar-benar melukai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Para mahasiswa mendesak Pemerintah Daerah, Kepolisian, serta TNI untuk bertindak tegas. Mereka meminta agar seluruh aktivitas PETI dihentikan dan para pelakunya ditangkap demi mencegah meluasnya kemarahan publik. “Jika situasi ini terus dibiarkan, masyarakat akan semakin yakin bahwa penegakan hukum di Bumi Gordang Sambilan ini tajam ke bawah namun tumpul ke atas—terlebih dalam situasi bencana besar seperti sekarang,” pungkas Zulhamdi.

Penulis : M.SN

Editor : Kaperwil Sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jemput Bola Serap Aspirasi, Fajrul Falah Gelar Reses Ke-3 di Desa Cikande
Skandal Absensi Fiktif ASN Brebes Menggurita Sejak 2024: Bayar 250 Ribu/Tahun, Bebas Bolos Tanpa Potong TPP, BKD Tuding Hacker
Serap Usulan dan Pengaduan Masyarakat, Ustur Ubadi Siap Tindaklanjuti Menjadi Pokok Pikiran DPRD
Wakil Ketua BAKN DPR RI Andi Achmad Dara Gelar Reses dan Sosialisasi UU di Desa Gembong
Herni Susilawati Gelar Reses ke-3 di Desa Gembong, Serap Aspirasi Warga
5 Desa Terbaik Brebes Masuk Meja Penilaian, Targetnya Satu: Status Mandiri
Estafet Kepemimpinan: Mudo Mulyanto Resmi Pimpin Lapas Brebes, Gowim Mahali Lanjut Tugas di Cilacap
Wagub Tekankan Generasi Muda Harus Berperan pada Sektor Pertanian

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:23 WIB

Jemput Bola Serap Aspirasi, Fajrul Falah Gelar Reses Ke-3 di Desa Cikande

Rabu, 29 April 2026 - 09:24 WIB

Skandal Absensi Fiktif ASN Brebes Menggurita Sejak 2024: Bayar 250 Ribu/Tahun, Bebas Bolos Tanpa Potong TPP, BKD Tuding Hacker

Rabu, 29 April 2026 - 06:14 WIB

Wakil Ketua BAKN DPR RI Andi Achmad Dara Gelar Reses dan Sosialisasi UU di Desa Gembong

Rabu, 29 April 2026 - 05:38 WIB

Herni Susilawati Gelar Reses ke-3 di Desa Gembong, Serap Aspirasi Warga

Rabu, 29 April 2026 - 05:19 WIB

5 Desa Terbaik Brebes Masuk Meja Penilaian, Targetnya Satu: Status Mandiri

Berita Terbaru