GarudaXpose.com | Kabupaten Tangerang – Proyek bedah rumah di Kampung Kuya, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, memicu tanda tanya besar. Sudah empat hari berjalan, namun papan informasi proyek yang wajib dipasang tak kunjung muncul, sehingga menuai sorotan tajam warga maupun aktivis kontrol sosial. Sabtu (29/11/25)
Ketua RW 03, Banjir, mengungkapkan kepada tim Media Center Jayanti bahwa enam rumah di wilayahnya mendapat bantuan bedah rumah dari aspirasi dewan. Setiap penerima disebut mendapatkan Rp 20 juta untuk biaya bedah rumah, material berupa bata selkon, batu split, besi behel, semen, pasir hingga kayu kusen dikirim langsung. Dana ongkos tukang diklaim ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat.
Namun di balik itu, ada catatan. Untuk atap rumah, Banjir menyebut hanya ada “kebijakan tertentu”, sementara sisanya dibebankan kepada pemilik rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalah semakin mengemuka saat Banjir mengaku tidak mengetahui alasan tidak adanya papan informasi proyek, sebuah elemen yang seharusnya wajib untuk memastikan transparansi anggaran. Ia pun mengarahkan awak media kepada Rateh, Kordes.
Saat ditemui, Rateh justru meminta awak media mengonfirmasi ke pihak lain, yakni Pak Yatno di Pasir Muncang. Ditanya soal papan informasi, jawabannya hanya singkat: “InsyaAllah ada.” Namun hingga berita ini ditayangkan, papan informasi proyek tidak terlihat di lokasi.
Ketiadaan papan informasi pada proyek publik seperti ini makin mempertegas dugaan kurangnya keterbukaan kepada masyarakat.
(Spi)














