Saling Lempar Tanggung Jawab! Proyek Paving Blok Desa Saga Diduga Sarat Kejanggalan

- Penulis

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Kabupaten Tangerang – Proyek pembangunan peningkatan PSU permukiman berupa paving block di Jalan Lingkungan RW 005 Perumahan Vila Balaraja, Desa Saga, diduga menyimpan sejumlah kejanggalan. Temuan itu diperoleh tim awak media saat melakukan kontrol lapangan, Jumat (28/11/2025).

Saat peninjauan, terlihat seorang pekerja tidak menggunakan perlengkapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Padahal, K3 merupakan standar wajib di sektor konstruksi untuk mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan kerugian material. Penggunaan APD, prosedur kerja aman, pengawasan teknis, serta mitigasi risiko sudah diatur jelas dalam ketentuan pemerintah, termasuk PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang SMK3 Konstruksi.

Tujuan utama penerapan K3 dalam proyek konstruksi antara lain:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mencegah kecelakaan kerja, termasuk risiko jatuh dan bahaya penggunaan alat.

Melindungi pekerja, sehingga kegiatan berjalan aman dan terkendali.

Meningkatkan produktivitas, karena kondisi kerja yang aman membuat pekerja lebih fokus.

Mematuhi regulasi pemerintah, guna memastikan proyek berjalan sesuai standar nasional.

 

Transparansi Anggaran Dipertanyakan

Tim awak media juga menemukan bahwa papan proyek tidak mencantumkan volume pekerjaan sebagaimana mestinya. Hal ini menimbulkan dugaan kuat kurangnya transparansi, karena informasi tersebut seharusnya tertera dalam papan KIP (Keterbukaan Informasi Publik), sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP.

 

Pengawasan Lemah, Pekerja dan Aparat Wilayah Mengaku Tidak Tahu

Kejanggalan makin menguat ketika tim awak media mencoba meminta keterangan di lokasi. Salah satu pekerja yang enggan disebut namanya mengatakan:

> “Saya tidak tahu apa-apa tentang proyek ini, tidak tahu siapa pelaksana dan pengawasnya. Coba tanya pak RW.”

 

Namun saat awak media mendatangi RW 005, ia justru memberikan jawaban serupa:

> “Saya hanya penerima bantuan jalan dari pemerintah. Untuk pengawas atau pelaksana saya tidak tahu.”

 

Konfirmasi serupa juga diberikan pihak RT melalui sambungan chat/telepon. RT mengaku hanya sebagai penerima manfaat dan kembali mengarahkan kepada RW.

Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya saling lempar tanggung jawab, sehingga pengawasan proyek patut dipertanyakan.

 

Sorotan dari Media Center Jayanti (MCJ)

Menanggapi temuan itu, Bonai selaku Ketua Media Center Jayanti (MCJ) menyayangkan lemahnya transparansi dan minimnya pengawasan dalam proyek yang bersumber dari uang pajak masyarakat tersebut.

Menurutnya, ketidakjelasan informasi pada papan proyek, tidak digunakannya APD, serta tidak adanya pihak yang mengaku memahami pelaksanaan proyek menjadi indikasi serius perlu adanya evaluasi dari pihak terkait.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan.

 

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:22 WIB

Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Berita Terbaru