BPBD Madina Siaga: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Picu Banjir dan Longsor

- Penulis

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com  | Mandailing Natal — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan cuaca serta laporan dari lapangan, curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan bencana banjir, banjir bandang, genangan air, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.

Kepala BPBD Madina melalui Pusdalops melaporkan bahwa beberapa kecamatan kini berada dalam status waspada, khususnya kawasan dengan kontur perbukitan serta permukiman yang berdiri di sepanjang aliran sungai.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca masih fluktuatif dan potensi bencana dapat terjadi kapan saja,” ujar Muklis Nasution dari BPBD Madina, Senin (24/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delapan Kecamatan Masuk Kategori Rawan

BPBD Madina menyebutkan sedikitnya delapan kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, yaitu:

Batahan

Batang Natal

Lingga Bayu

Ranto Baek

Siabu

Huta Bargot

Natal

Muara Batang Gadis

Wilayah-wilayah tersebut memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap banjir, banjir bandang, serta tanah longsor apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang.

Imbauan dan Langkah Antisipatif BPBD

BPBD Madina menghimbau masyarakat untuk mengambil langkah kewaspadaan, di antaranya:

Memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari BMKG, BPBD, atau pemerintah desa.

Menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai, tebing terjal, dan lereng perbukitan saat hujan deras.

Segera melakukan evakuasi mandiri jika terlihat tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, naiknya debit air sungai, atau suara gemuruh dari lereng.

Mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat lebih tinggi.

Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Memastikan saluran air tidak tersumbat serta memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang.

Mengutamakan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

TRC Siaga 24 Jam

BPBD memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta relawan kebencanaan telah disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat. Personel juga telah disebar ke beberapa titik rawan untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi bencana.

“Kami sudah menyiapkan tim rescue dan berbagai peralatan pendukung untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Jika ada kejadian, masyarakat bisa segera melaporkan melalui pemerintah desa atau call center BPBD,” lanjut BPBD.

Pemkab Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap perubahan kondisi alam. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga lingkungan, terutama di kawasan hulu sungai dan perbukitan, guna meminimalkan risiko bencana.

(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo
Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah
Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat
Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak
Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes
Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa
Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi
APAK (aliansi pemuda anti korupsi) Soroti Dugaan PPK Tak Bersertifikat LKPP di Sejumlah Daerah Jawa Barat, Desak Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Mau Lanjut S2? Simak Perbandingan Biaya Tiga Perguruan Tinggi di Probolinggo

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Bupati Ipuk Dorong HIPMI Banyuwangi Jadi Lokomotif Perekonomian Daerah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi, Menteri Nusron: Legalitas Tanah Beri Kepastian bagi Masyarakat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:22 WIB

Swadaya Warga Sikancil Cor Jalan Kabupaten, Tamparan Keras Untuk Pemkab Brebes

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

Berita Terbaru