Garudaxpose.com | Mandailing Natal — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan cuaca serta laporan dari lapangan, curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan bencana banjir, banjir bandang, genangan air, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.
Kepala BPBD Madina melalui Pusdalops melaporkan bahwa beberapa kecamatan kini berada dalam status waspada, khususnya kawasan dengan kontur perbukitan serta permukiman yang berdiri di sepanjang aliran sungai.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca masih fluktuatif dan potensi bencana dapat terjadi kapan saja,” ujar Muklis Nasution dari BPBD Madina, Senin (24/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Delapan Kecamatan Masuk Kategori Rawan
BPBD Madina menyebutkan sedikitnya delapan kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, yaitu:
Batahan
Batang Natal
Lingga Bayu
Ranto Baek
Siabu
Huta Bargot
Natal
Muara Batang Gadis
Wilayah-wilayah tersebut memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap banjir, banjir bandang, serta tanah longsor apabila terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang.
Imbauan dan Langkah Antisipatif BPBD
BPBD Madina menghimbau masyarakat untuk mengambil langkah kewaspadaan, di antaranya:
Memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari BMKG, BPBD, atau pemerintah desa.
Menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai, tebing terjal, dan lereng perbukitan saat hujan deras.
Segera melakukan evakuasi mandiri jika terlihat tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, naiknya debit air sungai, atau suara gemuruh dari lereng.
Mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat lebih tinggi.
Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
Memastikan saluran air tidak tersumbat serta memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang.
Mengutamakan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
TRC Siaga 24 Jam
BPBD memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta relawan kebencanaan telah disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat. Personel juga telah disebar ke beberapa titik rawan untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi bencana.
“Kami sudah menyiapkan tim rescue dan berbagai peralatan pendukung untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Jika ada kejadian, masyarakat bisa segera melaporkan melalui pemerintah desa atau call center BPBD,” lanjut BPBD.
Pemkab Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap perubahan kondisi alam. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga lingkungan, terutama di kawasan hulu sungai dan perbukitan, guna meminimalkan risiko bencana.
(M.SN)














