Keterangan:Satlantas Tampil Beda, Tak Hanya Menindak Tapi Memberi Reward – 325 Knalpot Brong Disita dan Akan Dimusnahkan
BREBES,GarudaXpose.com//- Suasana berbeda terlihat di kegiatan Ngobrol Santai bersama Satlantas Polres Brebes yang digelar di Gedung Nasional Brebes, Rabu (4/11/2026). Tidak seperti rilis resmi biasanya, kegiatan ini dikemas santai bersama perwakilan Ojek Online (Ojol) dan rekan-rekan wartawan.
Hadir langsung Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zaenurrofiq mewakili Kapolres Brebes untuk memaparkan hasil sementara Operasi Patuh Candi 2026 yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rekan-rekan media sekalian, Sobat Polri. Pada kesempatan kali ini kami mewakili Bapak Kapolres akan melaksanakan rilis terkait hasil dari Operasi Patuh Candi 2026,” ujar AKP Ahmad Zaenurrofiq membuka sambutan.
Pelanggaran Turun Drastis, Knalpot Brong Masih Mendominasi
Kasat Lantas mengungkapkan data yang cukup menggembirakan. Total pelanggaran yang terjaring selama operasi hingga 4 November tercatat 1.154 pelanggaran.
Rinciannya, tilang sebanyak 984 kasus dan teguran sebanyak 170 kasus. Untuk angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tercatat 14 kejadian.
“Total pelanggaran turun dibanding tahun 2025, yaitu sebesar 55 persen. Alhamdulillah untuk angka pelanggaran turun,” jelasnya.
Namun ada catatan khusus terkait knalpot brong. Satlantas berhasil mengamankan 325 knalpot brong.
“Ini merupakan hasil dari masyarakat Brebes yang kemarin kami tindak, kemudian ditukar. Jadi kendaraannya sudah diambil oleh yang bersangkutan, dengan syarat ditukar dengan yang standar. Kemudian yang kami simpan dan akan kami musnahkan,” tegasnya.
AKP Zaenurrofiq menegaskan, setelah deklarasi anti knalpot brong beberapa waktu lalu, pihaknya tidak akan kompromi. “Setelah deklarasi tidak ada kompromi, langsung kami tindak tegas,” ujarnya.
Profil Pelanggar Didominasi Karyawan Muda, Korban Terbanyak Pelajar
Fakta menarik terungkap dari profil pelanggar. Operasi kali ini didominasi oleh kalangan karyawan sebanyak 411 orang, dengan rentang usia relatif muda, 16 hingga 20 tahun.
Sementara untuk korban kecelakaan, paling banyak adalah dari kalangan pelajar.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait upaya menekan angka kecelakaan di Brebes, Kasat Lantas menyebut pihaknya tidak bosan melakukan sosialisasi berbasis data.
“Kami berdasarkan data semuanya, baik pelanggar maupun korban, kami sesuaikan datanya. Sehingga kami melaksanakan sosialisasi tidak hanya di jalan raya. Kami masuk ke sekolah-sekolah, kami masuk ke PT-PT atau tempat di mana karyawan tersebut bekerja,” paparnya.
Tampil Beda: Pengendara Patuh Diberi Coklat, Helm, dan Oleh-Oleh Khas Brebes
Inilah yang membuat Operasi Patuh Candi 2026 di Brebes tampil beda. Selain penindakan dan sosialisasi masif, Satlantas juga memberikan reward bagi masyarakat yang sudah tertib.
“Pada operasi patuh candi tahun 2026 kali ini kami tampil beda. Selain memberikan imbauan sosialisasi, kami juga memberikan reward kepada para pengendara masyarakat Brebes khususnya yang sudah patuh dan taat terhadap aturan lalu lintas,” ungkapnya saat wawancara di sela kegiatan.
Bentuk reward yang diberikan antara lain coklat, helm SNI, buah, hingga oleh-oleh khas Brebes bagi pengendara dari luar kota, agar Brebes lebih dikenal masyarakat luar.
“Ini kami lakukan karena kami, keluarga besar Polres Brebes, sangat peduli terhadap keselamatan masyarakat Brebes,” tutupnya.
Kasat Lantas juga membeberkan penyebab utama kecelakaan masih klasik: tidak menggunakan helm, melawan arus, dan faktor kelalaian pengendara yang tidak mampu menguasai kendaraannya.
Operasi Patuh Candi 2026 sendiri menyasar seluruh pelanggaran kasatmata, termasuk kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan truk angkutan barang yang tidak sesuai ketentuan.***
(4905)















