LUMAJANG, GARUDAXPOSE.COM | Pendidikan Politik Kader Partai Gerindra Kabupaten Lumajang di Aula Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro, Sabtu (17/10/2026) menjadi ajang konsolidasi akbar. Acara yang digelar serentak oleh 38 DPC se-Jawa Timur ini mengusung tema nasional “Indonesia Asri” dalam rangka memperingati HUT Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Dr. H. Anwar Sadat, hadir memberikan pendidikan politik di hadapan Ketua DPC Gerindra Lumajang yang juga Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., Ketua DPRD Lumajang Oktaviani, anggota Fraksi, Ketua PAC, ranting, dan ratusan kader.
Mengawali pidatonya, Anwar Sadat yang akrab disapa Kiai Sadat mendoakan Prabowo agar terus diberikan kekuatan memimpin Indonesia menuju kejayaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini adalah hari membahagiakan, hari ulang tahun pemimpin kita, mentor kita Bapak Prabowo Subianto. Kita doakan semoga beliau terus semangat membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan,” ujar Sadat.
Sadat memberikan perspektif agama yang modern tentang gerakan lingkungan Gerindra. Ia menyebut penanaman pohon dan bersih sungai yang dilakukan kader bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan ibadah dengan maqashid tertinggi.
“Tujuan beragama yang paling tinggi itu adalah hifdzun nafs, menjaga jiwa. Dalam ushul fikih modern, menjaga jiwa itu adalah menjaga kelestarian alam yang merupakan sumber-sumber kehidupan. Air adalah esensi kehidupan, seperti dalam Al-Qur’an Wa ja’alna minal ma’i kulla syai’in hayy,” jelasnya.
Ia menegaskan, meski Gerindra tidak dikenal sebagai partai berlatar agama, substansi nilai-nilai agama menjadi latar belakang dalam pengambilan keputusan penting Presiden Prabowo. Hal ini ia tulis dalam bukunya “Islam Ala Prabowo”.
Sadat mengaitkan pandangan tersebut dengan pidato Prabowo di KTT G20 Bali 2022, di mana Prabowo menekankan ketahanan air, pangan, dan energi sebagai “the essence of life”.
Menurutnya, upaya Prabowo mendatangkan pesawat tempur Rafale, kapal induk, dan memperkuat industri militer strategis adalah bagian konkret dari tujuan bernegara: melindungi, memajukan, mencerdaskan, dan menyejahterakan.
“Jangan merasa kecil hati kalau ada bully di TikTok, Twitter. Kita tidak melenceng. Tujuan bernegara kita jelas. Presiden Prabowo konkret melindungi bangsa dengan alutsista, menyejahterakan dengan cek kesehatan gratis, rumah sakit dengan alat MRI dan cuci darah, hingga Koperasi Desa Merah Putih untuk memutus mata rantai tengkulak,” tegasnya.
Sadat memaparkan indikator kesejahteraan versi Human Development Index: badan sehat, otak cerdas, dan kantong berisi. Angka harapan hidup kini naik 72-74 tahun, rata-rata lama sekolah mendekati 10 tahun, guru non-ASN mendapat insentif, dan sekolah kini bisa mengakses anggaran renovasi secara online langsung ke Kementerian.
Ia juga menyoroti Koperasi Desa Merah Putih sebagai terobosan untuk menjadikan desa sebagai episentrum ekonomi, agar warga tidak perlu urbanisasi dan menjadi pengangguran kota.
Di akhir pidatonya, Sadat menekankan esensi pendidikan politik. Bukan hanya meminta dukungan saat pemilu, tetapi menjadi sumber rekrutmen politik.
“Untuk 2029 kita butuh 50 calon anggota DPRD di Lumajang, 30 persen harus perempuan. Tugas partai adalah merekrut pejuang. Perbanyak investasi sosial, jangan cuma amplop. Amplop itu tidak penting,” katanya disambut tawa kader.
Ia mengakui Lumajang selama puluhan tahun dikenal sebagai kandang Banteng dan kandang PKB. Namun dengan kegigihan Bunda Indah, Gerindra berhasil menjadi pemenang dan ditargetkan meraih minimal 14 kursi di 2029.
“Lingkungan itu bukan warisan dari nenek moyang kita, tapi titipan untuk anak cucu kita. Mari kita bentengi pemimpin kita, Ketua Umum kita, Presiden kita Prabowo Subianto,” pungkas Kiai Sadat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama dan doa untuk Presiden Prabowo Subianto.















