Keterangan: Kebersihan Alat Medis dan Kelayakan Ruang Yankes di Puskesmas Bulakamba – Wanasari Dinilai Belum Representatif
Puskesmas Diminta Berbenah Demi Wujudkan Layanan Bersih dan Higienis
BREBES,GarudaXpose.com//- Kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Wanasari yang panas dan tidak representatif, serta kebersihan alat medis yang memprihatinkan menjadi catatan serius Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes. Temuan itu terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Bulakamba dan Puskesmas Wanasari, Senin (5/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sidak dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Fery Anggriyanto. Turut mendampingi Wakil Ketua Komisi IV Zamroni, Sekretaris Komisi IV Abdullah Syafaat, serta anggota Komisi IV Suwarno Hadi Saputra, Nafisatul Choeriyah, Akhmad Rowi, Nasirul Umam dan M Nizwar Alfisyahrin.
Dari hasil pantauan di lapangan, Komisi IV menemukan sejumlah alat medis dalam kondisi tidak layak. Perlengkapan yang seharusnya steril untuk tindakan medis, justru ditemukan dalam kondisi berkarat dan berdebu. Selain itu, ruang pelayanan kesehatan (Yankes) dinilai kurang representatif dan terkesan alakadarnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Zamroni menegaskan, kebersihan harus menjadi wajah utama pelayanan Puskesmas.
“Yang perlu menjadi catatan, tolong kebersihan alat medis wajib menjadi prioritas. Karena kebersihan perlengkapan dan ruangan, menjadi wajah layanan Puskesmas yang menjadi ujung tombak Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Brebes,” tegasnya.
Ia menambahkan, Puskesmas harus mampu memberikan rasa nyaman bagi pasien. Komitmen Puskesmas Brebes Bersih dan Higienis dinilai belum sepenuhnya tercapai, sehingga manajemen Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) harus terus melakukan evaluasi dan pembenahan.
Catatan senada disampaikan Sekretaris Komisi IV, Abdullah Syafaat. Menurutnya, kondisi ruang pelayanan yang masih berdebu dan kurang layak tidak akan menarik minat masyarakat untuk berobat, terlebih saat ini persaingan layanan kesehatan dengan pihak swasta semakin ketat. Jika Puskesmas tidak berbenah, kepercayaan publik bisa menurun.
Sementara itu, Sekretaris Dinkesda Brebes, dr. Arlinda Rosmelani didampingi Kepala Puskesmas Abdul Wahid menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi IV yang turun langsung monitoring ke lapangan.
“Terima kasih atas atensi langsung dari Komisi IV. Khusus semua catatan temuan, mulai dari kebersihan akan segera ditindaklanjuti dengan penggunaan tenaga outsourcing kebersihan. Sedangkan, untuk ruang Yankes yang kurang representatif akan dibahas dengan Dinkesda untuk mencari solusi. Termasuk, peremajaan alkes yang diperlukan untuk tindakan medis,” tandasnya.
Komisi IV menegaskan sidak ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk fungsi pengawasan DPRD untuk memastikan pelayanan dasar kesehatan berjalan optimal. Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat harus didukung dari sisi sarana, prasarana, hingga sumber daya manusia.
Dengan adanya temuan ini, Komisi IV meminta Dinkesda Brebes segera membuat skala prioritas perbaikan, terutama untuk ruang IGD Wanasari yang dinilai sangat panas dan tidak nyaman bagi pasien gawat darurat, serta percepatan pengadaan alat kesehatan baru yang lebih steril dan layak pakai.
Masyarakat pun berharap hasil sidak ini tidak hanya berhenti pada catatan, namun benar-benar ditindaklanjuti secara konkret. Sebab, pelayanan kesehatan yang bersih, nyaman, dan representatif adalah hak dasar warga yang wajib dipenuhi negara di tingkat Puskesmas.***
(5905)















