Keterangan:Kapasitas IGD 50 Bed Sempat Overload di Jam Sibuk Pagi. BOR RSUD Masih 75% dari Total 381 Bed, Pelayanan Tetap Normal dan Tidak Ada Penolakan Pasien.
BREBES,GarudaXpose.com//– Tekanan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Brebes meningkat signifikan pada Senin (5/10/2026). Sejak pagi, ruang IGD yang berkapasitas 50 tempat tidur sempat menampung 55 pasien secara bersamaan akibat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang naik hingga 30 persen.
Pantauan di lokasi, suasana lorong IGD tampak lebih sibuk dari hari biasanya. Hilir mudik pasien didominasi para orang tua yang menggendong balita dengan wajah cemas. Keluhan yang muncul hampir seragam: demam tinggi, batuk berdahak, pilek, dan badan lemas. Meski antrean pemeriksaan mengular, manajemen memastikan sirkulasi pasien keluar-masuk tetap berjalan cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan Dipicu Tiga Faktor Alam Bersamaan
Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian dan Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Suparmiati, M.Sc., Sp.A, menjelaskan lonjakan ini bukan disebabkan satu faktor tunggal. Ada irisan tiga kondisi alam yang datang dalam waktu bersamaan.
Pemicu awal adalah percikan abu vulkanik pasca-letusan gunung berapi yang terbawa angin hingga ke wilayah Brebes. Partikel mikroskopis abu tersebut kemudian bercampur dengan debu pekat akibat kemarau panjang yang belum kunjung usai, diperparah dengan masa transisi atau pancaroba yang secara medis memang menurunkan daya tahan tubuh masyarakat.
“Kenapa agak spesial kemarin itu diawali waktu gunung meletus, percikan-percikan dari abu vulkanik itu memang memicu terjadinya ISPA. Ditambah kita masih musim kemarau, jadi kelanjutan ISPA itu masih berlangsung sampai sekarang,” ungkap dr. Aries saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, kelompok yang paling rentan terdampak adalah balita dan lansia, karena sensitivitas saluran pernapasan mereka yang lebih tinggi terhadap polutan udara.
Tegaskan Bukan Wabah Baru, Gejala Sembuh 3 Hari
Menanggapi isu liar yang beredar di media sosial tentang adanya wabah baru yang mematikan, dr. Aries meminta publik tetap tenang dan tidak mudah percaya hoaks.
Secara klinis, ia menegaskan kasus ISPA yang mendominasi IGD saat ini jauh berbeda dan tidak seberat Covid-19. Tingkat keparahan ringan, respon terhadap pengobatan baik, dan masa penyembuhan relatif singkat.
“Ini bukan wabah baru. Gejalanya memang demam, batuk, pilek, dan lemas, terutama pada anak dan lansia. Tapi rata-rata penyembuhannya hanya sekitar tiga hari dengan istirahat cukup dan terapi yang tepat. Jadi jangan panik berlebihan,” tegasnya.
BOR Masih 75%, Manajemen Bantah Tolak Pasien
Isu lain yang tak kalah liar adalah kabar RSUD Brebes kolaps dan menolak pasien karena kamar penuh total. Manajemen memberikan klarifikasi tegas dan terbuka.
Berdasarkan data resmi per Senin siang, Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Brebes masih berada di angka 75 persen dari total 381 tempat tidur yang tersedia. Artinya, masih terdapat sekitar 95 tempat tidur kosong yang tersebar di berbagai bangsal perawatan. Kondisi ini masih dalam kategori aman dan belum menyentuh status overload 100 persen.
“Kalau menolak pasien, tidak ya. Semua tetap kita layani. Tadi pagi memang sempat ada 55 pasien di IGD yang kapasitasnya 50, tapi kami langsung lakukan pengaturan ekstra cepat dan edukasi. Jika ada yang tidak mau menunggu antrean, boleh dirujuk ke faskes lain, tapi kalau mau menunggu ya tidak apa-apa karena sirkulasi pasien keluar-masuk terus berjalan,” tambahnya.
Untuk mengurai kepadatan, manajemen telah menyiagakan tim tambahan, mempercepat proses asesmen dokter jaga, dan membuka skema percepatan pemindahan pasien dari IGD ke ruang rawat inap.
Tren Diprediksi Hingga Awal Tahun, RSUD Keluarkan 4 Imbauan Wajib
Memasuki akhir tahun, dr. Aries memprediksi tren kenaikan ISPA belum akan melandai dalam waktu dekat. Kombinasi cuaca ekstrem dan sisa paparan abu vulkanik diperkirakan masih akan bertahan hingga awal tahun depan.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, RSUD Brebes mengeluarkan imbauan resmi bagi warga Kabupaten Brebes:
1. Disiplin Masker Medis: Wajib digunakan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi pengendara motor, pekerja lapangan, dan anak sekolah.
2. Perbanyak Air Putih: Minimal 2 liter per hari untuk membantu menetralisir dan membilas partikel debu dari tenggorokan.
3. Batasi Aktivitas Luar: Khususnya bagi balita, lansia, dan penderita asma atau alergi debu saat kualitas udara memburuk.
4. Segera ke Faskes: Jika demam di atas 38 derajat celcius lebih dari 2 hari disertai batuk tak kunjung reda dan sesak napas, segera periksa ke Puskesmas terdekat atau langsung ke IGD RSUD Brebes.
Pihak rumah sakit memastikan pelayanan IGD tetap siaga 24 jam penuh dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di tengah lonjakan kasus.***
(4905)












