Ratusan Pembalap Berbagai Daerah dan Mancanegara ke Banyuwangi, BMX Supercross Geliatkan Ekonomi Warga Lokal

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com |BANYUWANGI – Jauh sebelum Kompetisi balap sepeda Banyuwangi BMX Supercross 2026 digelar, telah membawa berkah bagi warga lokal Banyuwangi. Bahkan satu bulan sebelum kompetisi yang akan digelar di Sirkuit Internasional BMX, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, 27-28 Juni, telah banyak orang yang datang ke Banyuwangi. 

 

Banyuwangi BMX Supercross diikuti oleh 343 peserta dari empat negara. Selain dari pembalap dari berbagai provinsi di Indonesia, ada peserta dari Singapura, Thailand, dan Filipina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dengan demikian mulai pembalap, ditambah official tim, hingga keluarga mereka, sehingga ribuan orang dari berbagai daerah dan mancanegara datang ke Banyuwangi. 

 

Kompetisi BMX yang menjadi satu-satunya di Indonesia yang masuk dalam kalender resmi Federasi Balap Sepeda Dunia (Union Cycliste Internationale/UCI) tersebut, membuat para pembalap tertarik untuk berburu poin. Kehadiran mereka menciptakan perputaran ekonomi bagi warga Banyuwangi utamanya di sekitar sirkuit yang berstandar olimpiade pertama di Asia Tenggara itu.

 

Banyak warga membuka usaha seperti kuliner, sewa kendaraan, jersey, hingga rumah mereka dijadikan penginapan. Bahkan sejak satu bulan sebelum kompetisi dimulai, banyak rumah warga yang disewa para atlet dan keluarga mereka. 

 

Seperti yang dilakukan Erwin, ibu satu anak ini sudah dua tahun menyewakan rumahnya untuk menginap para atlet BMX. “Awalnya diberitahu saudara kalau ada yang mencari penginapan. Akhirnya saya tawarkan, dan mereka mau. Sampai sekarang keterusan karena pendapatannya lumayan,” ujarnya.

 

Di sekitar rumah Erwin, juga banyak rumah lain yang disewakan sebagai penginapan para atlet. 

 

Warga lainnya Tumini, yang rumahnya berada persis di samping sirkuit membuka usaha warung, penyewaan kendaraan, dan toilet umum.

 

Dia bersyukur di desanya dibangun sirkuit BMX berstandar internasional, yang kerap dijadikan venue kompetisi bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

 

“Kehadiran sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum,” ujarnya.

 

Hal yang sama diutarakan Dewi yang menjadi pedagang makanan dadakan setiap kali ada kegiatan lomba di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi. Bahkan, dia mengaku bisa berjualan sejak seminggu sebelum lomba digelar karena biasanya para atlet sudah banyak yang berdatangan untuk berlatih di sirkuit.

 

“Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

 

Sehari-hari, Dewi merupakan ibu rumah tangga yang memiliki usaha toko kelontong di rumahnya. Namun, setiap ada perlombaan BMX di sirkuit Muncar ia memanfaatkan peluang itu untuk menambah pendapatan dengan berjualan aneka makanan dan minuman.

 

Ajang ini akan mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga kelas prestisius seperti Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U23. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Dukung Pengembangan Industri Kreatif Batik Banyuwangi Lewat Banyuwangi Batik Festival
Selangor Malaysia Tertarik Padi Biofortifikasi Banyuwangi, Jajaki Kerjasama Teknologi Pertanian
Berlangsung Sengit, Ini Para Juara Turnamen Futsal Wabup Cup Banyuwangi 2026
KB Samsat Bangil Diserbu Wajib Pajak, Seluruh Layanan Tetap Optimal
Kompetensi Jadi Kunci Koperasi Profesional, LAPENKOP Probolinggo Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SDM Koperasi
UGM Beri Penghargaan Banyuwangi Sebagai Daerah Dengan Tata Kelola Transformasi Digital Terbaik Se Indonesia
Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi
Punya 153 Sekolah Lansia, Banyuwangi Raih Penghargaan Sidaya Awards 2026

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 04:50 WIB

OJK Dukung Pengembangan Industri Kreatif Batik Banyuwangi Lewat Banyuwangi Batik Festival

Minggu, 8 November 2026 - 04:48 WIB

Selangor Malaysia Tertarik Padi Biofortifikasi Banyuwangi, Jajaki Kerjasama Teknologi Pertanian

Minggu, 8 November 2026 - 04:46 WIB

Berlangsung Sengit, Ini Para Juara Turnamen Futsal Wabup Cup Banyuwangi 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 04:40 WIB

KB Samsat Bangil Diserbu Wajib Pajak, Seluruh Layanan Tetap Optimal

Sabtu, 7 November 2026 - 04:17 WIB

Kompetensi Jadi Kunci Koperasi Profesional, LAPENKOP Probolinggo Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SDM Koperasi

Berita Terbaru