Keterangan Foto
Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, M. Ilham Bagus Sholahudin, saat menyampaikan sambutan dalam Seminar “Santri dan Pelajar Anti Kekerasan Seksual” di Bumiayu, Jumat (12/6).
BREBES,GarudaXpose.com,Jawa Tengah//–Aksi nyata melawan kekerasan seksual digaungkan dari kalangan santri dan pelajar. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Brebes menggelar Seminar “Santri dan Pelajar Anti Kekerasan Seksual”, Jumat (12/6), di Bumiayu.
Kegiatan ini dihadiri langsung H. Musyaffa, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, AKP Tasudin, M.H. dari Polres Brebes, serta perwakilan MWC NU Bumiayu, RMI PCNU Brebes, dan LP Ma’arif PCNU Kabupaten Brebes. Ratusan santri dan pelajar tampak antusias mengikuti jalannya seminar sejak pagi hingga siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes, M. Ilham Bagus Sholahudin, menegaskan bahwa santri dan pelajar tidak boleh diam melihat praktik kekerasan seksual. Menurutnya, lingkungan pendidikan dan pesantren harus menjadi ruang paling aman bagi semua.
“Kita harus jadi benteng pertama dan terakhir, melawan kekerasan dalam bentuk apapun di segala lini,” tegas Ilham dalam sambutannya.
Seminar ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus penguatan mental bagi santri dan pelajar agar berani mencegah, mengenali, dan melaporkan segala bentuk kekerasan seksual. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman regulasi hukum, pola pendampingan korban, hingga peran strategis pesantren dalam menciptakan budaya saling menjaga.
Kolaborasi antara organisasi pelajar, pesantren, lembaga pendidikan, aparat hukum, dan masyarakat dinilai jadi kunci utama. AKP Tasudin, M.H. dari Polres Brebes dalam paparannya juga menekankan pentingnya jalur pelaporan yang aman dan cepat agar korban tidak takut bersuara.
PC IPNU Brebes berharap gerakan ini tidak berhenti di seminar, tetapi meluas menjadi budaya di lingkungan pendidikan. Rencananya, PC IPNU akan membentuk tim satuan tugas pelajar peduli dan membuka kanal aduan berbasis pesantren.
Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi martabat setiap individu. “Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” pungkas Ilham menutup kegiatan dengan tepuk tangan peserta.***
(Agus)













