WLAHAR, BREBES,GarudaXpose.com//– Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti kediaman Kepala Desa Wlahar, Brebes, pada Selasa Malam, 9 Juni 2026. Ribuan tamu undangan memadati acara Tasyakuran Walimatul Ursy pernikahan Zaenal Abidin, S.Kom dengan Syauqi Fadilah Yanti, S.S.Pd.
Pernikahan putra dari Kades Wlahar, Bapak Waryono, M.Pd dan Ibu Siti Magfiroh ini menjadi perhatian warga karena dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Brebes, Abah Wurja, SE. Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Brebes tersebut disambut hangat oleh keluarga besar dan para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Abah Wurja, SE menyampaikan doa restu kepada kedua mempelai. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Brebes, saya mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Ananda Zaenal dan Syauqi. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta dapat menjadi teladan bagi generasi muda di Wlahar,” ujarnya di hadapan tamu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuan rumah, Kades Wlahar Waryono, M.Pd, mengaku terharu atas kehadiran Wakil Bupati beserta jajaran. “Ini sebuah kehormatan besar bagi keluarga kami. Kehadiran Abah Wurja menjadi penyemangat bagi kedua mempelai dan warga Desa Wlahar,” tutur Waryono.
Hiburan Wayang Santri Usung Lakon “Lupit Nemu Jodoh”
Sebagai wujud syukur, hajatan ini dimeriahkan pagelaran Wayang Santri atau Wayang Golek oleh Ki Dalang Haryo Entus Susmono. Mengambil lakon “Lupit Nemu Jodoh”, pertunjukan yang digelar sejak siang hingga malam hari itu sarat akan pesan moral tentang ikhtiar, doa, dan takdir dalam menemukan pasangan hidup.
Lakon “Lupit Nemu Jodoh” sengaja dipilih karena relevan dengan momen pernikahan. Melalui tokoh Lupit yang kocak dan sarat pitutur, Ki Haryo Entus Susmono menyampaikan nilai-nilai kehidupan berkeluarga secara ringan namun mengena. Penonton tampak antusias, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Pagelaran Wayang Santri ini juga menjadi sarana nguri-uri budaya sekaligus syiar Islam yang dikemas dalam kesenian tradisional. Warga Desa Wlahar dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan pertunjukan hingga usai sebagai bentuk partisipasi dan kebersamaan.
Tokoh masyarakat Desa Wlahar, turut mengapresiasi hajatan yang mengangkat kesenian lokal tersebut. “Wayang Santri ini bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Apalagi lakonnya pas dengan suasana manten. Anak muda jadi tahu bahwa jodoh itu dijemput dengan akhlak dan doa, bukan hanya menunggu,” ucapnya.
Sementara itu, kedua mempelai Zaenal dan Syauqi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendoakan. “Matur nuwun sanget kepada Abah Wurja, bapak ibu, para kyai, dan seluruh warga. Mohon doanya agar kami bisa menjalani bahtera rumah tangga dengan berkah,” kata Zaenal didampingi Syauqi.
Acara tasyakuran berjalan lancar dan penuh kekeluargaan. Rangkaian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan untuk kedua mempelai serta keselamatan dan kemajuan bagi Desa Wlahar dan Kabupaten Brebes secara umum, pungkasnya.***
(Agus)














