Pasar Murah di Probolinggo Catat Transaksi Rp78 Juta, Gubernur Khofifah Tekankan Jaga Stabilitas Harga

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Pasar Murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur di Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026). Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan berhasil mencatat total transaksi sebesar Rp78,211 juta.

Didampingi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo serta sejumlah kepala OPD, Khofifah menegaskan bahwa pasar murah merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Sejak siang, warga tampak memadati lokasi pasar murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar. Antusiasme masyarakat terlihat dari habisnya seluruh komoditas yang disediakan panitia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komoditas yang paling banyak diminati antara lain beras SPHP yang dijual Rp55.000 per kemasan 5 kilogram dengan stok 800 sak. Seluruh stok tersebut habis terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp44 juta. Selain itu, beras premium yang dijual Rp70.000 per kemasan 5 kilogram juga ludes terjual dengan total transaksi Rp14 juta.

Tak hanya beras, sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga habis diborong masyarakat. Gula pasir sebanyak 192 kilogram yang dijual Rp14.000 per kilogram mencatat transaksi Rp2,688 juta. Minyakita sebanyak 20 karton dengan harga Rp13.000 per liter menghasilkan transaksi Rp3,12 juta.

Komoditas lain yang juga habis terjual meliputi telur ayam ras sebanyak 200 kilogram senilai Rp4,4 juta, bawang merah 20 kilogram senilai Rp560 ribu, bawang putih 20 kilogram senilai Rp480 ribu, tepung terigu 48 kilogram senilai Rp480 ribu, cabai rawit merah 15 kilogram senilai Rp600 ribu, cabai merah besar 15 kilogram senilai Rp150 ribu, serta daging ayam ras sebanyak 105 kilogram dengan nilai transaksi Rp3,15 juta.

Secara keseluruhan, transaksi komoditas bahan pokok pada pasar murah tersebut mencapai Rp73,628 juta. Sementara itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut membukukan transaksi sebesar Rp4,583 juta. Dengan demikian, total transaksi keseluruhan mencapai Rp78,211 juta.

Gubernur Khofifah mengatakan, bahwa pasar murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah berbagai dinamika ekonomi.

“Pasar murah merupakan upaya nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Khofifah.

Menurutnya, keberadaan pasar murah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, distributor, dan pelaku usaha, Khofifah berharap kegiatan serupa terus diperluas di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

Pasar murah yang digelar di Kota Probolinggo ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Antusiasme warga yang ditunjukkan melalui habisnya seluruh komoditas menjadi indikator bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Dukung Pengembangan Industri Kreatif Batik Banyuwangi Lewat Banyuwangi Batik Festival
Selangor Malaysia Tertarik Padi Biofortifikasi Banyuwangi, Jajaki Kerjasama Teknologi Pertanian
Berlangsung Sengit, Ini Para Juara Turnamen Futsal Wabup Cup Banyuwangi 2026
KB Samsat Bangil Diserbu Wajib Pajak, Seluruh Layanan Tetap Optimal
Kompetensi Jadi Kunci Koperasi Profesional, LAPENKOP Probolinggo Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SDM Koperasi
Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi
Punya 153 Sekolah Lansia, Banyuwangi Raih Penghargaan Sidaya Awards 2026
Lapas Banyuwangi Gelar Baksos untuk Keluarga Warga Binaan di Aula Sahardjo

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 04:50 WIB

OJK Dukung Pengembangan Industri Kreatif Batik Banyuwangi Lewat Banyuwangi Batik Festival

Minggu, 8 November 2026 - 04:46 WIB

Berlangsung Sengit, Ini Para Juara Turnamen Futsal Wabup Cup Banyuwangi 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 04:40 WIB

KB Samsat Bangil Diserbu Wajib Pajak, Seluruh Layanan Tetap Optimal

Sabtu, 7 November 2026 - 04:17 WIB

Kompetensi Jadi Kunci Koperasi Profesional, LAPENKOP Probolinggo Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SDM Koperasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:42 WIB

Miliki Kesamaan Potensi, Kabupaten Lebak Belajar City Branding ke Banyuwangi

Berita Terbaru