Garudaxpose.Com | Padang Lawas –
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui Dinas Sosial segera menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai keberadaan seorang nenek lanjut usia yang terlantar di Desa Sibuhuan Julu, Kecamatan Barumun. Nenek tersebut diketahui bernama Juliana Pasaribu, yang termasuk dalam kelompok rentan karena mengalami disabilitas sensorik; keduanya matanya telah kehilangan fungsi penglihatan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi mata Nenek Juliana mengalami gangguan serius. Pada mata sebelah kanan diduga tertutup selaput, sedangkan mata sebelah kirinya mengalami kondisi infeksi yang cukup parah. Mendapatkan informasi tersebut, Dinas Sosial bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Barumun untuk melakukan penjemputan dan evakuasi.
Tim gabungan tersebut kemudian membawa Nenek Juliana ke Puskesmas Sibuhuan untuk mendapatkan penanganan medis awal dan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diperiksa oleh tenaga medis di puskesmas, dokter menyarankan agar pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat guna diperiksa secara mendalam oleh dokter spesialis mata. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kondisi mata Nenek Juliana masih memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi atau tidak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil pemeriksaan di RSUD memberikan kabar baik. Tim medis menyimpulkan bahwa mata sebelah kanan Nenek Juliana masih memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi guna memulihkan fungsi penglihatannya. Nenek Juliana pun diberikan waktu persiapan pra-operasi selama satu minggu. Dalam masa persiapan tersebut, ia harus rutin mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan dan melakukan kontrol ulang ke RSUD sesuai jadwal yang ditentukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas, Ahmad Damhuri Hasibuan, SE.M.Si, memerintahkan jajarannya untuk terus memantau dan menindaklanjuti proses penanganan Nenek Juliana hingga selesai. Ia menegaskan bahwa perhatian penuh akan diberikan kepada warga kelompok rentan agar mendapatkan hak pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial yang layak.
“Kami berkomitmen memastikan setiap warga kita yang membutuhkan pertolongan, terutama lansia yang terlantar dan memiliki keterbatasan, mendapatkan penanganan secepat mungkin. Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan segala keperluan menjelang operasi agar proses berjalan lancar dan Nenek Juliana dapat merasakan manfaatnya,” ujar Ahmad Damhuri Hasibuan.
Saat ini, Nenek Juliana sedang menjalani masa persiapan dan pengobatan pra-operasi. Pemerintah daerah berharap dengan adanya intervensi ini, kualitas hidup Nenek Juliana dapat membaik dan ia bisa menjalani masa tuanya dengan lebih sehat dan nyaman.
Arman Effendi










