Camat Tangerang Berikan Penyuluhan dan Edukasi Kepada Para Kader PKK Komunikasi Dua Arah

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gatudaxpose.com, Kota Tangerang – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang menyelenggarakan penyuluhan dan edukasi kepada Tim Penggerak PKK, Kader se – Kecamatan Tangerang, kegiatan di buka langsung oleh Camt Tangerang Yudi Pradana di Aula Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (18/05/2026).

Pada kesempatan tersebut, Camat Tangerang Yudi Pradana mengatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pola pengawasan orang tua pada anak dan remaja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola pengasuhan anak berubah. Dimana, era digitalisasi mendorong penggunaan internet yang sangat massif, sehingga harus diimbangi dengan pengawasan orang tua.

“Saat ini pola pengawasan orang tua harus mengikuti, dengan menyesuaikan cara mengasuh anak, karena mayoritas interaksi atau pola komunikasi di rumah sudah menggunakan media online,” ujarnya.

Dengan pengawasan yang baik, kata Camat, maka tidak akan terjadi kecanduan digital pada anak. Termasuk pada game online atau pemanfaatan situs tertentu yang berdampak tidak baik pada anak.

Beberapa hal mengenai media digital, lanjutnya, memang memberikan nilai positif dan negatif. Maka menurutnya, para kader PKK harus belajar dan harus memahami agar pola pengasuhan anak di era digital ini semakin baik.

“Dampak positif dari digitalisasi yakni anak-anak sekarang sangat terampil jauh lebih kreatif. Termasuk pola memahami internet dan penggunaannya,” Ucapnya.

Namun ia menyebutkan, sisi negatifnya, ada nilai dari luar yang mungkin tidak sesuai dengan kebiasaan Indonesia. Misalnya, unsur adegan kekerasan atau pornografi yang susah difilter, kalau tidak ada pengawasan dari orang tua.

Mendidik anak di era milenial dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini merupakan tantangan terbesar bagi para orang tua. Jika masa lalu masyarakat kesulitan akses informasi dan komunikasi, maka sekarang kebalikannya. Kekhawatiran muncul karena sebagian besar usia anak sudah akrab dengan gadget (ponsel) yang menyediakan berbagai hal dalam genggaman.

Atas kondisi itu, Yudi menyebutkan bahwa penggunaan gadget menjadi seperti sebuah keharusan dalam kehidupan setiap orang. Fenomena kumpul bersama namun tidak saling bercengkrama, lumrah terjadi. Setidaknya dalam satu dekade terakhir, gadget sudah mulai banyak diminati dan digunakan berbagai kalangan.

“Era digital ini, semua sibuk dengan gadget masing-masing, berkumpul tetapi sendiri-sendiri. Ini tanda perubahan zaman, dimana informasi itu tidak secepat sekarang. Memang teknologi tak bisa kita jauhkan, dan itulah yang membuat kita khawatir. Apalagi bagi anak-anak, mereka sangat mudah beradaptasi,” ujarnya.

Mengusung tema “Mengubah Komunikasi Satu Arah Menjadi Dialog Dua Arah”. Ia menilai teknologi informasi memiliki dampak positif maupun negatif. Namun tantangan terbesar adalah pengaruh kehidupan sosial anak, yang kemudian menjadi tugas sekaligus tantangan bagi para orang tua memanfaatkan kemudahan di era digitaliasi sekarang ini.

 

“Karena itu orang tua harus meluangkan waktu kepada anak. Lakukan komunikasi dua arah, saatnya ibu mendengar bukan sekedar ceramah, agar terjadi komunikasi dua arah,” katanya.

Hadir dalam kegiatan Ketua PKK Kecamatan Tangerang Riani, Kasi Kemas Kecamatan Tangerang Mulyanto, Sri Damayanti Nara Sumber (Narsum) dari Dosen Universitas Muhamaddiyah dan seluruh Kader PKK se-Kecataman Tangerang.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggota BPPKB Sukadiri Dilarang Backup Peredaran Obat Hexymer, tramadol Dan Mata Elang Kedapatan Kami Keluarkan Dari Keanggotaan , ” Ini Kata H Sayafei Ketua BPPKB DPAC Sukadiri
Air Minum Cup Merek Helse Diduga Kedaluwarsa Masih Beredar di Pelabuhan Lama Sibolga
Lumajang Kebut Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Puluhan Gedung Siap Difungsikan
Sekitar 38 Koperasi Siap Operasi, Akhir Juli Genjot Hingga 120 Unit se Bali
Gubernur Koster Sepakati Harga Pembebasan Lahan Berdasarkan Appraisal
Suparmi Cake, Dari Dapur Rumahan Genteng Kulon Menjadi Sajian Favorit Berbagai Acara
KORMI Kerahkan 500 Anggota Sukseskan Jalan Sehat Karnaval SCTV 2026
Binter TNI Peduli Kasih Sayang, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Distrik Benawa

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:28 WIB

Anggota BPPKB Sukadiri Dilarang Backup Peredaran Obat Hexymer, tramadol Dan Mata Elang Kedapatan Kami Keluarkan Dari Keanggotaan , ” Ini Kata H Sayafei Ketua BPPKB DPAC Sukadiri

Senin, 18 Mei 2026 - 04:18 WIB

Air Minum Cup Merek Helse Diduga Kedaluwarsa Masih Beredar di Pelabuhan Lama Sibolga

Senin, 18 Mei 2026 - 03:51 WIB

Camat Tangerang Berikan Penyuluhan dan Edukasi Kepada Para Kader PKK Komunikasi Dua Arah

Senin, 18 Mei 2026 - 01:48 WIB

Sekitar 38 Koperasi Siap Operasi, Akhir Juli Genjot Hingga 120 Unit se Bali

Senin, 18 Mei 2026 - 01:39 WIB

Gubernur Koster Sepakati Harga Pembebasan Lahan Berdasarkan Appraisal

Berita Terbaru