Garudaxpose.com | Palembang – Grup band asal Sumatera Selatan, The Robin, kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Tanah Air dengan meluncurkan single bertajuk Kehangatan Pria Lain. Peluncuran lagu tersebut berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) di kawasan Perumahan Privilege Palembang, sekaligus menjadi penanda resmi kebangkitan mereka setelah vakum cukup lama.
Single ini bukanlah karya baru sepenuhnya. Kehangatan Pria Lain merupakan lagu lama yang telah diciptakan sejak sekitar dua dekade lalu, namun kini dihadirkan kembali dengan aransemen yang lebih segar, modern, dan relevan dengan selera musik masa kini. Langkah ini menjadi strategi The Robin untuk menjembatani karya lama dengan tren industri musik yang terus berkembang.
Dalam formasi terbarunya, The Robin diperkuat oleh tiga personel utama, yakni Dika sebagai vokalis, Derga Karenza pada bass, serta Ryoga Nugraha yang juga berperan sebagai pencipta lagu dan motor kreatif di balik karya-karya mereka. Meski kini tampil dengan formasi yang lebih ramping dibandingkan saat awal berdiri pada 2006 dengan lima personel, kekompakan dan semangat berkarya tetap menjadi kekuatan utama mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kembalinya The Robin ke dunia musik bukan tanpa alasan. Selain dorongan untuk kembali berkarya, mereka juga melihat adanya fenomena berkurangnya eksistensi band lokal, khususnya di Sumatera Selatan. Kondisi ini menjadi salah satu motivasi utama untuk kembali hadir dan menghidupkan gairah bermusik di daerah.
Derga Karenza mengungkapkan bahwa saat ini band-band lokal semakin jarang muncul ke permukaan, terutama di tengah dominasi musik digital dan tren solois.
“Sekarang ini sudah jarang band, khususnya di Sumsel. Kami ingin kembali menghidupkan semangat bermusik itu, sekaligus membuktikan bahwa band masih punya tempat di industri musik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluncuran single ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kembali identitas The Robin di tengah persaingan industri musik yang semakin kompetitif. Sejak dirilis, lagu Kehangatan Pria Lain telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, hingga layanan streaming musik lainnya.
Di sisi lain, Ryoga Nugraha menjelaskan bahwa nama “Robin” memiliki filosofi mendalam sebagai simbol pembawa kabar baik. Filosofi tersebut diharapkan tercermin dalam setiap karya yang mereka hadirkan kepada pendengar.
“Nama Robin itu kami maknai sebagai pembawa kabar baik. Kami ingin setiap lagu yang kami rilis bisa membawa energi positif dan menjadi teman bagi pendengar dalam berbagai suasana,” jelas Ryoga.
Ia juga menuturkan bahwa proses aransemen ulang lagu dilakukan dengan pendekatan yang lebih matang, baik dari segi musikalitas maupun produksi.
“Lagu ini sebenarnya sudah lama dibuat, sekitar 20 tahun lalu. Namun kami melakukan rekaman ulang dengan aransemen yang disesuaikan dengan perkembangan musik saat ini, tanpa menghilangkan karakter aslinya. Kami optimistis lagu ini bisa diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda seperti generasi Z,” tambahnya.
Sementara itu, vokalis Dika menegaskan bahwa perubahan aransemen menjadi kunci agar lagu tersebut mampu menjangkau pendengar lintas generasi. Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara nuansa lama dan sentuhan modern.
“Kami ingin lagu ini tetap punya rasa nostalgia bagi pendengar lama, tapi juga terdengar fresh bagi pendengar baru. Karena itu, aransemen dibuat lebih kekinian tanpa meninggalkan ruh dari lagu aslinya,” ungkap Dika.
Lebih lanjut, ia berharap karya tersebut tidak hanya menjadi ajang comeback semata, tetapi juga dapat memperluas jangkauan pendengar The Robin di tingkat nasional.
“Harapannya lagu ini bisa diterima oleh semua umur dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara luas. Kami ingin karya kami tidak hanya dikenal di Sumsel, tapi juga bisa menembus pasar nasional,” katanya.
Perjalanan panjang The Robin yang telah dimulai sejak tahun 2006 menjadi modal berharga dalam menghadapi dinamika industri musik saat ini. Meski sempat vakum, pengalaman dan kedewasaan bermusik menjadi bekal penting untuk kembali bersaing.
Kembalinya The Robin juga diharapkan mampu mengobati kerinduan para penggemar lama yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal, sekaligus menarik minat pendengar baru yang belum mengenal karya-karya mereka sebelumnya.
Ke depan, The Robin tidak ingin berhenti pada satu rilisan saja. Mereka telah menyiapkan sejumlah karya baru yang akan dirilis secara bertahap sebagai bagian dari langkah konsisten untuk kembali eksis di industri musik.
“Kami akan terus berkarya dan merilis lagu-lagu berikutnya. Ini baru awal dari langkah kami kembali ke industri musik. Kami ingin tetap produktif dan konsisten menghadirkan karya,” tutup Derga.
Dengan semangat baru dan konsep musikal yang lebih matang, The Robin optimistis dapat kembali menempatkan diri sebagai salah satu band yang diperhitungkan, tidak hanya di Sumatera Selatan, tetapi juga di kancah musik nasional. (DNL)












