Puter Kayun, Salah Satu Tradisi Unik Warga Banyuwangi di Bulan Syawal

- Penulis

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com|BANYUWANGI – Banyuwangi dikenal dengan beragam tradisinya. Salah satunya Ritual Puter Kayun yang dilestarikan oleh warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Banyuwangi di setiap 10 Syawal.

Puter kayun adalah ritual menepati janji warga Boyolangu kepada para leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi. Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki dokar (delman) hias dari Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pagi itu, dua buah dokar telah dihias dengan megah sebagai simbol ritual adat Puter Kayun. Kusir yang akan membawanya melakukan napak tilas juga telah siap di sisi dokar, salah satunya adalah Abdul Mufid (65). Dia adalah salah satu kusir delman yang masih bertahan dengan profesinya.

“Saya sudah menjadikusir sejak tahun 1971. Setiap tahun selalu mengikuti tradisi Puter Kayun bersama-sama warga disini. Karena pada tradisi ini yang terpenting adalah napak tilasnya,” ujarnya.

Ketua Panitia Puter Kayun sekaligus tokoh pemuda Boyolangu Risyal Alfani tradisi ini terus digelar sebagai napak tilas jejak Ki Buyut Jakso, leluhur warga Boyolangu yang dipercaya sebagai orang yang pertama kali membangun jalan di kawasan utara Banyuwangi.

“Konon, saat membuka jalan di sebelah utara, Belanda meminta bantuan pada Ki Buyut Jakso karena bagian utara ada gundukan gunung yang tidak bisa dibongkar. Ki Jakso lalu bersemedi dan tinggal di Gunung Silangu yang sekarang jadi Boyolangu. Atas kesaktiannya, akhirnya dia bisa membuka jalan tersebut sehingga wilayah itu diberi nama Watu Dodol, yang artinya watu didodol (dibongkar),” kisah Risyal.

Sejak itu, lanjut Risyal, Ki Buyut Jakso berpesan agar anak cucu keturunannya harus berkunjung ke Pantai Watu Dodol untuk melakukan napak tilas apa yang telah dilakukannya.

“Karena saat itu hampir semua masyarakat Boyolangu berprofesi sebagai kusir dokar, maka mereka mengendarai dokar untuk napak tilasnya,” ungkapnya.

Namun pada tahun ini, kuda yang biasanya melakukan napak tilas ke Pantai Watudodol hanya berputar di wilayah kota saja. Mengingat, jalan menuju kawasan Pantai Watudodol macet akibat antrian kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

Salah satu warga bercerita yang biasanya berbondong-bondong mengiringi kuda naik kendaraan roda 4, terpaksa beralih ke motor roda 2 untuk menembus macet.

“Banyuwangi berkomitmen untuk mengangkat dan melestarikan tradisi lokal masyarakat, termasuk tradisi Puter Kayun Boyolangu ini. Selain untuk menjaga tradisi dan ritual yang ada, tradisi ini juga bagian dari atraksi wisata di Banyuwangi,” kata Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hartono.

Sebelum pelaksanaan Puter Kayun, warga Boyolangu menggelar sejumlah rangkaian acara yang dikemas dalam Boyolangu Tradistional Culture. Diawali pada tanggal 7 Syawal dengan Lebaran Kopat dengan acara selamatan yang diakhiri makan kopat oleh segenap warga. Selanjutnya di 9 Syawal digelar Tradisi Kebo-keboan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas
Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba
Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  
Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator
Dua Event Olahraga Meriahkan Banyuwangi, 3.400 Pelari Siap Ramaikan Soekarno Run
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Banyuwangi Gelar Seminar Pendidikan Upgrade Kompetensi Guru
Bupati Ipuk Jamin Pendidikan Anak Korban KM Virgo Asal Banyuwangi
Upacara Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:13 WIB

Penetapan RKP Desa Pakel TA 2027, Lanjutkan Pembangunan Sekala Prioritas

Senin, 21 September 2026 - 16:33 WIB

Hari Pertama Pimpin Polres Sibolga, AKBP Budi Prasetyo: Narkoba dan Judi Online Jangan Coba-coba

Senin, 21 September 2026 - 10:24 WIB

Ganasnya Trek Gantasan Bike Park Warnai Gelaran Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026  

Senin, 21 September 2026 - 10:08 WIB

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

Senin, 21 September 2026 - 10:06 WIB

Dua Event Olahraga Meriahkan Banyuwangi, 3.400 Pelari Siap Ramaikan Soekarno Run

Berita Terbaru