Dermawan Muda “H.Ridhohul Khukam,ST”Bagi Beras 12 Ton dan 2.400 Karung Beras & Santunan untuk Yatim di Luwungragi”

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com-Ramadan di pesisir utara Jawa tahun ini terasa lebih menekan: harga bahan pokok merangkak, antrean bantuan menebal, dan banyak keluarga menahan lapar lebih panjang dari biasanya. Di tengah denyut itu, H. Ridhohul Khukam,S.T pengusaha muda di Kabupaten Brebes dijuluki “anak sholeh” karena rekam jejak kedermawanannya kembali menggelar aksi berbagi yang sudah menjadi penanda kalender sosial warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kamis (19/3/2026) selepas asar, halaman Masjid Al-Hikmah di Dukuh Kertasari, Desa Luwungragi, Kecamatan, Bulakamba, Brebes, berubah menjadi ruang solidaritas. Relawan menata 12 ton dan 2.400 karung beras, masing-masing 5 kilogram, dalam barisan rapi; di sampingnya, amplop-amplop santunan uang tunai disiapkan bagi puluhan anak yatim piatu berusia 12 tahun ke atas. Daftar penerima telah diverifikasi pengurus masjid dan tokoh RT/RW agar tepat sasaran mereka yang kehilangan orang tua dan hidup dalam tekanan ekonomi paling berat.

“Ramadan ini momentum membersihkan harta, kewajiban tahunan, tapi berbagi di bulan puasa memberi rasa yang berbeda kita ikut merasakan lapar mereka yang tak punya,” ujar H. Ridho, setengah berbisik di antara kerumunan. Nada suaranya datar, tanpa dramatisasi. Ia menekankan niatnya lugas: memperluas kemanfaatan, bukan pencitraan. “Kalau bisa meringankan sahur dan buka mereka, itu cukup,” tambahnya.

Proses distribusi berjalan tertib. Nama-nama dipanggil sesuai urutan, kupon dicocokkan, paket diserahkan. Beberapa remaja yatim datang bersama nenek atau bibi yang mengasuh mereka; sebagian lain diantar tetangga. Tidak ada desakan. Tidak ada spanduk yang dibentangkan, tidak ada kamera yang menyorot wajah penerima dari dekat panitia memang menahan diri dari atribut yang mengalihkan fokus, agar jalan keluar-masuk jamaah tetap lapang menjelang maghrib.

Di barisan belakang, pengurus Masjid Al-Hikmah, Bapak Triyanto, mengawasi jalannya pembagian sambil sesekali mengingatkan relawan muda agar memastikan karung beras diikat kencang. “Masyarakat Dukuh Kertasari sudah paham: ini agenda tahunan. Mereka bersyukur, dan yang mampu jadi tergerak mengikuti jejak Pak Haji,” ujarnya. “Saat puasa kita belajar merasakan lapar orang yang tak punya; kegiatan ini membuat mereka senang dan merasa diperhatikan.”

Bagi warga Luwungragi, bantuan itu bukan sekadar angka 12 ton beras. Seorang ibu asuh, Warni (53), yang mengasuh dua keponakan yatim, mengaku paket 5 kilogram cukup mengamankan stok untuk sepekan. “Beras itu kepastian. Kalau ada beras, lauk bisa dicari,” ucapnya singkat. Remaja penerima lain, Fikri (14), mengangguk pelan saat ditanya rencananya: “Buat sahur sama adik.” Tidak ada pidato panjang hanya kalimat pendek yang menandai kebutuhan yang nyata.

Triyanto menilai efek terbesar justru bergulir setelah pembagian selesai. “Yang terlihat itu karung dan amplop. Yang tidak terlihat itu gelombang empati,” katanya. Usai tahun-tahun sebelumnya, sejumlah warga yang semula hanya menonton kini menitipkan paket tambahan minyak goreng, telur, bahkan sekadar kurma. Masjid, menurutnya, berfungsi sebagai simpul yang mempertemukan niat baik dan kebutuhan yang konkret.

H. Ridho membingkai kegiatan ini sebagai capaian pribadi. Ia menyebut ada rantai panjang di baliknya: pemasok yang memberi harga wajar, sopir yang mengantar tanpa menaikkan ongkos di musim ramai, relawan yang menata logistik sejak subuh. “Kalau disebut dermawan, yang dermawan itu banyak saya cuma kebetulan diberi jalan,” ujarnya, seraya menggeser karung terakhir ke tangan penerima.

Menjelang maghrib, antrean menipis. Azan menggema dari pengeras suara masjid, sebagian panitia bergegas menggelar sajadah. Di pelataran, sisa plastik pembungkus dikumpulkan, karung kosong dilipat. Tidak ada panggung, tidak ada seremoni bertele-tele. Yang tertinggal adalah catatan sederhana: 2.400 karung telah berpindah ke tangan yang tepat, puluhan amplop telah diterima, dan puluhan keluarga kini melangkah ke waktu buka dengan beban yang sedikit lebih ringan.

Selepas salat, obrolan berlanjut di serambi. Seorang relawan tua mencatat sisa stok untuk janda-janda yang belum terdata; dua remaja penerima berjanji kembali pekan depan ikut membantu menata karung. Di sudut lain, Triyanto menghitung kembali daftar agar tak ada yang terlewat tahun depan. “Pekerjaan ini tidak selesai dalam sehari,” katanya pelan, “tetapi hari ini cukup untuk mengingatkan bahwa ada yang bisa dilakukan.”

Sementara malam turun, lampu-lampu rumah di Dukuh Kertasari menyala satu per satu. Dari dapur-dapur sederhana, aroma nasi mengepul bercampur bunyi centong bertemu dinding dandang. Anak-anak yang tadi menenteng karung kini membantu menata piring. Di masjid, sisa relawan menyapu pelataran, memastikan tak ada plastik tercecer yang bisa membuat orang terpeleset saat tarawih nanti.

Jika Ramadan adalah sekolah, sore itu di Al-Hikmah adalah kelas praktiknya tentang menahan diri, mengukur cukup, dan memindahkan sebagian milik kepada yang lebih membutuhkan. Di Brebes, kelas itu diajar oleh seorang pengusaha muda yang memilih bekerja dalam diam, dan oleh warga yang percaya bahwa kebaikan, bila dijaga konsisten, mampu menambal retak yang tidak terlihat dari luar.

Pungkasnya sederhana dan tajam: lapar yang dibagi tidak menghapus lapar, tetapi mengubahnya menjadi pengertian. Dari pengertian itu tumbuh keberanian untuk terus berbagi bukan karena berlebih, melainkan karena mengerti rasanya kekurangan. Di halaman masjid yang mulai sepi, langkah-langkah kaki pulang membawa beras dan harapan; sementara Ramadan terus berjalan, menagih kejujuran kita: sanggupkah menjaga nyala kecil ini tetap hidup setelah takbir bergema, ketika sorotan tak ada, spanduk tak dibentang, dan kamera tak mencari wajah?red.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD PPNI Kabupaten Jember Salurkan Zakat Fitrah Peringatan HUT PPNI Ke 52
Solidaritas di Ujung Ramadan: PSI Brebes Distribusikan 1.000 Paket Sembako bagi Anak Yatim Piatu di Wanasari
Ormas Madas Probolinggo Bagikan 1.500 Paket Takjil di Bulan Ramadan 1447H
GMBQ Gelar LPJ Zakat Fitrah NKS Coffe Dringu, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kolaborasi
GMBQ Probolinggo Salurkan Zakat Fitrah 99 Kg, Prioritaskan Lansia Dhuafa
GP Ansor Ranting Kelurahan Sumbertaman Salurkan Zakat
Rakor Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi
Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, LBB Jordan Foundation Center Gelar Aksi Berbagi Takjil

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:35 WIB

Dermawan Muda “H.Ridhohul Khukam,ST”Bagi Beras 12 Ton dan 2.400 Karung Beras & Santunan untuk Yatim di Luwungragi”

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:03 WIB

DPD PPNI Kabupaten Jember Salurkan Zakat Fitrah Peringatan HUT PPNI Ke 52

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:12 WIB

Solidaritas di Ujung Ramadan: PSI Brebes Distribusikan 1.000 Paket Sembako bagi Anak Yatim Piatu di Wanasari

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:43 WIB

Ormas Madas Probolinggo Bagikan 1.500 Paket Takjil di Bulan Ramadan 1447H

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:20 WIB

GMBQ Gelar LPJ Zakat Fitrah NKS Coffe Dringu, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kolaborasi

Berita Terbaru

TNI POLRI

Sambut Idul Fitri, Babinsa Ajak Komduk Patroli Malam

Kamis, 19 Mar 2026 - 15:05 WIB