SIP 55 Polda Jateng Turun ke Sukabumi: Baksos di YASTRIB, Suntik Semangat Anak dan Pengurus

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI,GarudaXpose.com//-Langkah calon perwira Polri menembus batas wilayah. Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 Polda Jawa Tengah menggelar bhakti sosial di Yayasan Sosial Tarbiyah Islamiyah Ibtidaussa’adah (YASTRIB), Kota Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/3). Aksi ini bukan sekadar agenda kurikulum, melainkan ujian lapangan: menanam empati, merapatkan jarak antara seragam dan masyarakat yang kerap memandang polisi dari jauh.

Bukan seremoni kosong. Sejak pagi, rombongan SIP 55 menurunkan logistik dari kendaraan dinas beras, minyak, gula, mi instan, susu, serta perlengkapan harian seperti sabun, pasta gigi, deterjen, dan pakaian layak pakai. Paket disusun rapi, didata, lalu diserahkan secara simbolis kepada pengurus YASTRIB, disaksikan anak-anak binaan yang berbaris dengan mata berbinar. Tak berhenti di serah-terima, santunan dalam bentuk amplop juga diberikan untuk mendukung kebutuhan pendidikan dan operasional panti.

Usai penyerahan, suasana berubah cair. Siswa melepas topi, duduk lesehan, membuka ruang dialog. Ada yang mengajak menggambar, ada yang membaca cerita, ada pula yang memimpin permainan edukatif sederhana mengubah halaman yayasan menjadi ruang kelas tanpa dinding. Di sela tawa, terselip motivasi: disiplin, kejujuran, dan keberanian bermimpi. Sekat formalitas runtuh; yang tersisa percakapan dari hati ke hati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bhakti sosial ini bukti komitmen kami hadir dan bermanfaat,” ujar perwakilan SIP 55. Menurutnya, calon perwira tak cukup piawai di kelas; mereka harus teruji membaca denyut kebutuhan riil warga. “Kami belajar memahami, bukan sekadar memberi. Mendengar lebih penting daripada memerintah,” imbuhnya, menegaskan orientasi Polri yang humanis.

Kegiatan ini turut didampingi perwakilan pembina dan pengurus YASTRIB. Mereka menilai bantuan tepat sasaran: kebutuhan pokok menopang dapur yayasan, perlengkapan harian meringankan beban operasional, dan santunan menjadi bantalan bagi biaya sekolah anak-anak. “Terima kasih atas perhatian dan bantuan SIP 55 Polda Jateng. Ini sangat membantu keberlangsungan kegiatan kami sekaligus menyalakan semangat anak-anak,” kata salah seorang pengurus, seraya berharap kolaborasi tidak berhenti pada kunjungan sekali lewat.

Apresiasi juga datang dari warga sekitar yang menyaksikan interaksi hangat antara siswa dan anak-anak. Mereka menyebut pendekatan seperti ini memperkuat kepercayaan publik bahwa seragam bukan tembok, melainkan jembatan. Sejumlah tokoh lingkungan menilai kehadiran SIP 55 memberi contoh konkret bahwa pendidikan kepolisian kini menaruh bobot besar pada dimensi sosial, bukan hanya kecakapan teknis.

Di sela kegiatan, siswa menyempatkan diri meninjau ruang belajar dan asrama. Mereka mencatat kebutuhan yang masih mengganjal rak buku yang mulai lapuk, lampu belajar yang redup, serta sarana olahraga yang terbatas. Catatan itu bukan formalitas; perwakilan SIP 55 berjanji meneruskan temuan lapangan kepada jejaring komunitas dan mitra, agar dukungan tidak berhenti pada seremoni satu hari. “Bantuan boleh datang sekali, tapi dampaknya harus berlanjut,” ujarnya.

Menjelang siang, doa bersama dipimpin pengasuh YASTRIB. Anak-anak melafalkan harapan sederhana: kesehatan, kelancaran belajar, dan kesempatan meraih cita-cita. Suasana khidmat menutup rangkaian, sebelum rombongan berpamitan dengan jabat tangan erat dan foto bersama yang tak lagi kaku senyum menggantikan protokol.

Di tengah agenda pendidikan yang padat, SIP 55 memilih turun tangan: menyentuh langsung denyut sosial Sukabumi, meninggalkan jejak yang lebih kuat daripada sekadar laporan kegiatan. Dari Sukabumi, pesan itu terbaca jelas: pengabdian bukan jargon, melainkan kerja nyata yang bisa dirasa, diukur, dan diingat.

Pungkasnya, kegiatan ini meneguhkan arah pembentukan perwira yang berpijak pada kemanusiaan. Bhakti sosial di YASTRIB bukan titik akhir, melainkan titik tolak—menghubungkan ruang kelas dengan ruang hidup warga. Ketika empati diterjemahkan menjadi aksi, kepercayaan publik tumbuh bukan karena spanduk dan slogan, melainkan karena kehadiran yang konsisten dan manfaat yang nyata. SIP 55 Polda Jateng menandai langkah itu di Sukabumi: turun, mendengar, bertindak, lalu memastikan dampaknya berlanjut.red

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Babinsa Koramil 03/Serpong Lakukan Pengamanan Festival Budaya di Serpong
Aktif Babinsa Melaksanakan Patroli Malam, Mewujudkan Lingkungan Aman 
TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan untuk Dukung Produksi Kedelai Nasiona
Beraksi di Dini Hari, Operasi Senyap Komplotan ABH Pembobol Ruko dan Sekolah Digulung Tim Macan Blambangan
Lettu Inf Sumijan Pimpin Baksos kesehatan Jaga Jakarta On The Spot
Brigif 9/DY/2 Kostrad Jember Gelar Tradisi Korps Raport Sambut Danbrigif Baru
Koramil Leces Aktif Komsos Dan Dampingi Petani Binaan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sembunyikan Ratusan Obat Keras dalam Tong Sampah, Seorang Pria Diamankan Polsek Cisoka Polresta Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Babinsa Koramil 03/Serpong Lakukan Pengamanan Festival Budaya di Serpong

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:20 WIB

TNI AL dan Pemkab Banyuwangi Kelola 1.200 Hektare Lahan untuk Dukung Produksi Kedelai Nasiona

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:14 WIB

Beraksi di Dini Hari, Operasi Senyap Komplotan ABH Pembobol Ruko dan Sekolah Digulung Tim Macan Blambangan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Lettu Inf Sumijan Pimpin Baksos kesehatan Jaga Jakarta On The Spot

Berita Terbaru