BREBES,GarudaXpose.com//-Sabtu (14/3/2026) Suasana Ramadan di Desa Krasak, Kecamatan Brebes, sore ini terasa lebih hangat berkat aksi berbagi dari para alumni SMPN 4 Brebes angkatan 1986. Komunitas alumni ’86 menggelar kegiatan bagi-bagi takjil gratis kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di desa tersebut, tepat di ruas Jalan Raya Krasak yang menghubungkan pusat kota dengan jalur pantura.
Sejak pukul 15.30 WIB, belasan alumni sudah berkumpul di halaman salah satu rumah warga yang dijadikan posko dadakan. Meja-meja panjang ditata, kardus berisi 500 cup/bungkus takjil disusun rapi. Paket takjil terdiri dari es buah, kurma, gorengan, dan air mineral—dipilih karena praktis, menyegarkan, dan mudah dibawa oleh pengendara yang sedang dalam perjalanan pulang. “Kami siapkan sejak siang, ada yang meracik es buah, ada yang menggoreng, ada yang membungkus. Semua dikerjakan bareng-bareng, seperti piket kelas dulu,” kata Yuli, koordinator lapangan.
Menjelang pukul 17.00 WIB, rombongan alumni berpencar ke tiga titik: pertigaan dekat Masjid Al-Ikhlas, depan balai desa, dan jalur pejalan kaki dekat sekolah dasar. Dengan senyum dan sapaan ramah, mereka menyapa pengendara motor, pejalan kaki, sopir angkot, hingga anak-anak yang baru pulang mengaji. Dalam waktu kurang dari satu jam, 500 paket habis terbagi. Beberapa warga yang tidak kebagian tetap disapa dan diajak menunggu berbuka bersama di serambi masjid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini sederhana, tapi kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang dulu kami rasakan di bangku SMP. Ramadan jadi momentum paling pas untuk berbagi,” ujar Hartono, perwakilan alumni ’86. Ia menambahkan, dana kegiatan dihimpun secara swadaya dari iuran anggota lintas kota ada yang kini tinggal di Brebes, Tegal, Jakarta, bahkan luar Jawa. Koordinasi dilakukan lewat grup percakapan, lalu dieksekusi bersama saat pulang kampung.
Kepala Desa Krasak, yang turut hadir memantau kegiatan, mengapresiasi langkah para alumni. “Kegiatan seperti ini menular. Anak-anak muda jadi melihat contoh bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya atau punya banyak waktu,” ujarnya. Sejumlah remaja Karang Taruna bahkan ikut membantu mengatur lalu lintas agar pembagian berjalan tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan.
Tidak hanya berbagi makanan, para alumni menyempatkan diri menyapa warga, mendengarkan cerita, dan mengenang masa sekolah. Canda tentang guru, seragam putih-biru, hingga lapangan upacara SMPN 4 menghidupkan nostalgia. “Ternyata banyak yang masih ingat nama panggilan kami dulu,” seloroh Dian, salah satu alumni, sambil tertawa.
Menjelang azan Magrib, kegiatan ditutup dengan doa bersama di serambi masjid. Suasana khidmat berpadu haru; beberapa alumni mengaku menitikkan air mata. “Rasanya seperti buka puasa di halaman sekolah lagi, tapi versi lebih dewasa,” kata mereka. Aksi sosial ini rencananya akan menjadi agenda rutin tiap Ramadan, dengan target memperluas titik pembagian dan melibatkan lebih banyak alumni serta komunitas lokal.
Bagi warga Krasak, sore itu bukan sekadar menerima takjil, melainkan menyaksikan bahwa ikatan persahabatan masa sekolah bisa menjelma menjadi kepedulian yang nyata meninggalkan senyum di wajah penerima dan rasa syukur yang dalam di hati para pemberi.red
(Agus)













