Geger Rekrutmen PT. GEI di Brebes: LSM Harimau Mencium Aroma Diskriminasi, Intervensi TKA, dan Potensi Konflik Sosial-Ekonomi yang Membara

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES, JAWA TENGAH,GarudaXpose.com-Iklim investasi dan ketenagakerjaan di Kabupaten Brebes kembali memanas dengan mencuatnya isu serius yang melibatkan PT. Gold Emperor Indonesia (GEI), sebuah perusahaan yang beroperasi di Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau Kabupaten Brebes, di bawah kepemimpinan ketuanya, Edy Sucipto, baru-baru ini melakukan audiensi yang cukup alot di kantor PT. GEI pada hari Rabu,11 Februari 2026. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan; serentetan aduan dari masyarakat mengenai dugaan praktik diskriminasi dalam proses rekrutmen karyawan, serta kejanggalan terkait peran dan status Tenaga Kerja Asing (TKA) di lingkungan perusahaan, telah memicu keresahan yang meluas dan berpotensi menjadi konflik sosial-ekonomi yang lebih besar.

Dugaan Diskriminasi Terselubung dan Dominasi TKA dalam Proses Krusial

Akar masalah ini mengemuka dari informasi yang dihimpun LSM Harimau, mengindikasikan adanya campur tangan TKA dalam penentuan nasib calon pekerja lokal, bahkan pada tahapan seleksi yang seharusnya menjadi domain HRD setempat. Dalam audiensi yang berlangsung, Edy Sucipto dengan lugas menyatakan bahwa pihak PT. GEI tak dapat menyangkal fakta adanya sejumlah TKA yang beroperasi tanpa kelengkapan surat legalitas resmi, di mana dokumen mereka masih dalam proses pengurusan di otoritas Imigrasi. Ini sendiri sudah menjadi indikasi awal ketidakpatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah dugaan kuat intervensi TKA dalam tahapan rekrutmen, bahkan sampai mengambil alih peran vital HRD lokal. “Ada aduan masyarakat yang sangat transparan, menyebutkan bahwa proses rekrutmen ini mengandung diskriminasi yang mencolok. Konon, jika calon karyawan perempuan memiliki paras yang dianggap menarik, peluang untuk diterima akan jauh lebih besar, sementara kompetensi justru dikesampingkan. Ini bukan lagi tentang kualifikasi atau kemampuan, melainkan tentang hal-hal di luar norma profesionalisme dan etika kerja, dan ini diduga kuat merupakan dampak langsung dari ulah tenaga kerja asing yang tidak bertanggung jawab, yang merasa memiliki kekuasaan mutlak,” papar Edy dengan nada prihatin dan tegas, menekankan bahwa kondisi ini sangat merugikan potensi tenaga kerja lokal yang memiliki kualifikasi. Ia juga menyoroti bahwa fungsi krusial departemen Sumber Daya Manusia (HRD) lokal seolah dikesampingkan, tidak dilibatkan secara penuh dalam pengambilan keputusan rekrutmen, bahkan terkesan dilemahkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai otonomi, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, khususnya dalam konteks perlindungan tenaga kerja lokal.

Komitmen Perusahaan: Janji Perbaikan dan Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Merespons tudingan serius yang berpotensi merusak citra, reputasi, dan legalitas operasional mereka, manajemen PT. GEI memberikan janji untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam sistem rekrutmen. Pihak perusahaan berkomitmen penuh untuk menghentikan segala bentuk campur tangan TKA dalam proses seleksi karyawan. Wewenang penuh atas rekrutmen akan dikembalikan sepenuhnya kepada departemen HRD lokal, menandakan pengakuan atas urgensi profesionalisme dan independensi dalam proses vital tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan menciptakan proses rekrutmen yang adil dan transparan.

Lebih dari itu, PT. GEI juga menekankan kembali komitmennya yang kuat untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja pribumi, terutama bagi warga yang bermukim di dua hingga tiga desa yang berada persis di sekitar area operasional perusahaan. Langkah ini disebut-sebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial korporat (CSR) dan upaya nyata pemberdayaan ekonomi lokal, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan sosial yang mungkin timbul akibat kesenjangan kesempatan kerja. Implementasi janji ini akan menjadi krusial untuk menjaga stabilitas hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan yang sama, Aris Juliyanto, Hr Manager SDM PT. GEI, mencoba memberikan klarifikasi dan mengakui bahwa audiensi dengan LSM Harimau ini merupakan bagian dari “kontrol sosial yang positif” dari pihak eksternal terhadap operasional perusahaan, sebuah sinyal bahwa perusahaan terbuka untuk kritik dan perbaikan. Ia juga mengklarifikasi mengenai status TKA yang dokumennya belum lengkap. “Memang benar ada 17 TKA yang dokumennya masih dalam proses di Imigrasi. Dokumen mereka sudah kami ajukan ke pihak berwenang dan tinggal menunggu proses lanjutan untuk legalisasi penuh,” ujar Aris. Ia juga menambahkan bahwa total TKA di perusahaan saat ini mencapai angka 57 orang, sebuah jumlah yang cukup signifikan dan memerlukan pengawasan ketat dari berbagai pihak. “Fokus utama kami tetap pada penyerapan tenaga kerja lokal, dan ini adalah prioritas. Setelah ini, kami akan segera mengadakan rapat internal mendalam untuk membahas detail lebih lanjut mengenai seluruh aspek ketenagakerjaan asing di perusahaan, termasuk evaluasi ulang peran dan kepatuhan mereka,” imbuhnya, menunjukkan adanya upaya internal untuk meninjau kembali kebijakan dan memastikan legalitas serta kepatutan.

Ancaman Aksi Massa dan Tindak Lanjut Hukum: Pengawalan Ketat LSM Harimau Hingga Titik Akhir

Meskipun PT. GEI telah memberikan janji perbaikan, LSM Harimau menyatakan tidak akan lengah sedikit pun dan akan terus memantau setiap perkembangan. Edy Sucipto secara terang-terangan menyampaikan harapan dan tuntutan agar PT. GEI dapat mematuhi seluruh regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Kabupaten Brebes, serta norma-norma etika bisnis dan sosial yang berlaku. “Ini adalah peringatan keras dan tegas. Jika di kemudian hari kami kembali menemukan indikasi atau bukti pelanggaran serupa, LSM Harimau tidak akan ragu untuk mengorganisir dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, melibatkan massa yang lebih luas dari masyarakat dan elemen buruh, sebagai bentuk protes dan desakan terhadap keadilan yang hakiki,” tegas Edy, mengisyaratkan bahwa kesabaran masyarakat memiliki batasnya.

Sebagai langkah lanjutan yang lebih formal, LSM Harimau juga berencana untuk melayangkan surat resmi kepada pihak Imigrasi, Kementerian Ketenagakerjaan, dan instansi terkait lainnya apabila tidak ada perbaikan konkret dan signifikan dari manajemen PT. GEI dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Mereka menegaskan akan terus mengawal janji yang telah diucapkan oleh perusahaan, memastikan bahwa setiap poin komitmen dapat terealisasi demi terciptanya iklim kerja yang adil, transparan, dan berkesesuaian dengan hukum bagi masyarakat Brebes. Isu ini diharapkan menjadi momentum krusial bagi PT. GEI untuk benar-benar menata ulang kebijakan ketenagakerjaannya agar selaras dengan peraturan perundang-undangan dan harapan publik, sekaligus menjaga harmonisasi hubungan industrial dan sosial di wilayah Brebes. Kegagalan untuk memenuhi janji-janji ini bukan hanya akan berujung pada protes dan tekanan publik, tetapi juga potensi konsekuensi hukum yang lebih serius, yang dapat berujung pada pencabutan izin usaha atau denda berat, pungkas Edy Sucipto dengan nada penuh determinasi (red/II)

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persiapan Hardiknas 2026,Pj Sekda Palas Instruksikan Sinergi Total
Kapolres Pematangsiantar Berikan Penghargaan ke Masyarakat Berperan aktif Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat
Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat Lingga Bayu, Mandailing Natal — Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat kembali mendapat apresiasi positif. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Kecamatan Lingga Bayu, Serka Kholis Nasution, yang terpantau selalu aktif hadir dan terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi salah satu bukti nyata kedekatan Babinsa dengan masyarakat serta kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah binaannya. Kepala MTsN 6 Mandailing Natal, Hj. Junaida Nasution, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa kehadiran Serka Kholis Nasution bukan hanya sebagai tamu undangan semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan sekolah. “Serka Kholis Nasution saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Komite MTsN 6 Mandailing Natal. Beliau sangat aktif membantu berbagai kegiatan sekolah, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, hingga pembinaan karakter siswa,” ungkap Hj. Junaida. Menurutnya, sosok Babinsa seperti Serka Kholis menjadi contoh nyata bahwa TNI hadir bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat. “Beliau selalu hadir dalam setiap kegiatan penting di sekolah maupun di tengah masyarakat. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan,” tambahnya. Selain aktif di lingkungan sekolah, Serka Kholis juga dikenal masyarakat sebagai Babinsa yang responsif terhadap berbagai kegiatan sosial, keagamaan, gotong royong, hingga kegiatan pemerintahan di Kecamatan Lingga Bayu. Mulai dari pendampingan kegiatan masyarakat, pengamanan acara keagamaan, kegiatan kemasyarakatan, hingga mendukung program pembangunan desa, kehadiran Babinsa dinilai memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan. Masyarakat Lingga Bayu pun menilai keaktifan Babinsa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. “Babinsa seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Selalu hadir, cepat tanggap, dekat dengan rakyat, dan tidak pernah membedakan siapa pun,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Serka Kholis Nasution pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal menjadi simbol bahwa pendidikan dan pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab bersama, termasuk unsur TNI sebagai bagian dari masyarakat. Semangat pengabdian dan kedekatan dengan warga yang ditunjukkan Serka Kholis Nasution menjadi bukti bahwa slogan TNI Bersama Rakyat benar-benar hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Lingga Bayu. Dengan konsistensi dan kepeduliannya, Babinsa Lingga Bayu terus menjadi figur yang dihormati dan diapresiasi oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sosial di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.
Monitoring Kunjungan Kesbangpol Kota Palembang Ke Ormas Pemuda Pancasila Kota Palembang
Ciptakan Lingkungan Aman, Sat Binmas Polres Tebing Tinggi Sambangi Warga
SIRA Bersama PST Minta SKK Migas, ESDM dan Pertamina Libatkan Masyarakat Suban Jeriji Dalam Pengelolaan Sumur Minyak, Serta Diduga KSO GKM Tidak Sesuai SOP
Pegadaian Padukan Olahraga, Investasi, dan Kepedulian Sosial dalam Golden Run 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:59 WIB

Persiapan Hardiknas 2026,Pj Sekda Palas Instruksikan Sinergi Total

Selasa, 28 April 2026 - 09:37 WIB

Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat

Selasa, 28 April 2026 - 09:32 WIB

Aktif di Setiap Kegiatan, Babinsa Lingga Bayu Serka Kholis Nasution Tuai Apresiasi Masyarakat Lingga Bayu, Mandailing Natal — Kehadiran aparat TNI di tengah masyarakat kembali mendapat apresiasi positif. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Kecamatan Lingga Bayu, Serka Kholis Nasution, yang terpantau selalu aktif hadir dan terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi salah satu bukti nyata kedekatan Babinsa dengan masyarakat serta kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah binaannya. Kepala MTsN 6 Mandailing Natal, Hj. Junaida Nasution, S.Ag., M.A, menyampaikan bahwa kehadiran Serka Kholis Nasution bukan hanya sebagai tamu undangan semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan sekolah. “Serka Kholis Nasution saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Komite MTsN 6 Mandailing Natal. Beliau sangat aktif membantu berbagai kegiatan sekolah, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, hingga pembinaan karakter siswa,” ungkap Hj. Junaida. Menurutnya, sosok Babinsa seperti Serka Kholis menjadi contoh nyata bahwa TNI hadir bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat. “Beliau selalu hadir dalam setiap kegiatan penting di sekolah maupun di tengah masyarakat. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan dunia pendidikan,” tambahnya. Selain aktif di lingkungan sekolah, Serka Kholis juga dikenal masyarakat sebagai Babinsa yang responsif terhadap berbagai kegiatan sosial, keagamaan, gotong royong, hingga kegiatan pemerintahan di Kecamatan Lingga Bayu. Mulai dari pendampingan kegiatan masyarakat, pengamanan acara keagamaan, kegiatan kemasyarakatan, hingga mendukung program pembangunan desa, kehadiran Babinsa dinilai memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan. Masyarakat Lingga Bayu pun menilai keaktifan Babinsa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. “Babinsa seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Selalu hadir, cepat tanggap, dekat dengan rakyat, dan tidak pernah membedakan siapa pun,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Serka Kholis Nasution pada acara Khatam Al-Qur’an dan pelepasan siswa kelas IX MTsN 6 Mandailing Natal menjadi simbol bahwa pendidikan dan pembinaan generasi muda adalah tanggung jawab bersama, termasuk unsur TNI sebagai bagian dari masyarakat. Semangat pengabdian dan kedekatan dengan warga yang ditunjukkan Serka Kholis Nasution menjadi bukti bahwa slogan TNI Bersama Rakyat benar-benar hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Lingga Bayu. Dengan konsistensi dan kepeduliannya, Babinsa Lingga Bayu terus menjadi figur yang dihormati dan diapresiasi oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan sosial di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal.

Selasa, 28 April 2026 - 08:57 WIB

Monitoring Kunjungan Kesbangpol Kota Palembang Ke Ormas Pemuda Pancasila Kota Palembang

Selasa, 28 April 2026 - 08:04 WIB

Ciptakan Lingkungan Aman, Sat Binmas Polres Tebing Tinggi Sambangi Warga

Berita Terbaru

Uncategorized

Persiapan Hardiknas 2026,Pj Sekda Palas Instruksikan Sinergi Total

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:59 WIB

Bali

Gubernur Koster Apresiasi Doa Puasa Ester Nasional 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:45 WIB