Warga Bergerak Sendiri, Abdul Wahid Siregar Cor Bahu Jalan Simpang Gambir–Lobung, Pemerintah Kemana?

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com l Mandailing Natal Minimnya perhatian terhadap kondisi jalan lintas Simpang Gambir menuju Desa Lobung kembali menjadi sorotan. Kerusakan berupa lubang menganga dan bahu jalan yang sempit selama bertahun-tahun dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.Di tengah kondisi tersebut, Abdul Wahid Siregar bersama masyarakat mengambil langkah konkret dengan melakukan pengecoran bahu jalan serta menutup sejumlah lubang yang selama ini rawan menyebabkan kecelakaan.
Saat dikonfirmasi awak media, Abdul Wahid Siregar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan murni atas dasar kepedulian sosial.
“Ini kita laksanakan murni demi kemanusiaan dan untuk mengurangi rawan kecelakaan di daerah ini. Jalan ini sempit dan cukup berbahaya bagi pengendara,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan tersebut bersumber dari swadaya masyarakat.
“Dana yang kita pergunakan sampai saat ini murni dari swadaya. Saya meminta bantuan kepada para toke-toke dan pengusaha yang ada. Tidak menutup kemungkinan kalau ada yang mau membantu atau berinfak, tetap kita terima,” tambahnya.
Bentuk Kepedulian atau Potret Minimnya Perhatian?
Langkah swadaya ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang mengaku selama ini khawatir melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari dan saat musim hujan. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan publik terkait peran dan tanggung jawab pihak berwenang dalam memastikan infrastruktur jalan tetap layak dan aman digunakan.
Sebagaimana diketahui, jalan merupakan fasilitas umum yang pembangunannya menjadi kewenangan pemerintah sesuai dengan status dan klasifikasinya. Perawatan berkala dan perbaikan kerusakan merupakan bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan permanen di ruas jalan Simpang Gambir menuju Desa Lobung tersebut.
Masyarakat berharap langkah swadaya yang dilakukan ini tidak menjadi solusi jangka panjang, melainkan hanya upaya darurat sembari menunggu perhatian serius dari pemerintah agar keselamatan pengguna jalan benar-benar terjamin.
(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Rekrutmen PT. GEI di Brebes: LSM Harimau Mencium Aroma Diskriminasi, Intervensi TKA, dan Potensi Konflik Sosial-Ekonomi yang Membara
Menko AHY dan Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Wisuda Unsri ke-182 : Kompak Tekankan Pentingnya Kualitas SDM Dalam Menghadapi Tren Global
Dugaan KKN Penggunaan DAK Tahun 2023 di Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Massa SIRA dan PST Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas
Pemekaran Sumatera Utara Bak Sinetron Panjang, Aspirasi Pantai Barat Madina Kian Mendesak
“Pembodohan Masif Kaum Terpelajar: Sakralisasi Rektor USU di Tengah Proses Hukum”
Brebes dalam Pusaran Dilema: Peternakan Sapi di Lahan Sawah Dilindungi, Kajian Ulang Penentu Nasib!
Jadi Tuan Rumah Muktamar PII, Palembang Sukses Besar
Walikota Padangsidimpuan Anggarkan Gaji Staf Khusus 450 JUTA

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:46 WIB

Geger Rekrutmen PT. GEI di Brebes: LSM Harimau Mencium Aroma Diskriminasi, Intervensi TKA, dan Potensi Konflik Sosial-Ekonomi yang Membara

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:47 WIB

Menko AHY dan Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Wisuda Unsri ke-182 : Kompak Tekankan Pentingnya Kualitas SDM Dalam Menghadapi Tren Global

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:28 WIB

Dugaan KKN Penggunaan DAK Tahun 2023 di Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Massa SIRA dan PST Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:15 WIB

Pemekaran Sumatera Utara Bak Sinetron Panjang, Aspirasi Pantai Barat Madina Kian Mendesak

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:33 WIB

“Pembodohan Masif Kaum Terpelajar: Sakralisasi Rektor USU di Tengah Proses Hukum”

Berita Terbaru