Garudaxpose.com | Kota Tangerang – Gubernur Banten, H.Andra Soni.S.M.,M.AP., di dampingi Walikota Tangerang, Drs.H.Sachrudin, dan Wakil Walikota, H. Maryono Hasan.A.P., meninjau lokasi terdampak banjir di beberapa wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Ikut mendampingi pula, diantaranya Kalak BPBD Kota Tangerang, H.Mahdiar.S.STP., Camat Periuk, Andika,TNI-POLRI, dan seluruh Forkopimda Kota Tangerang pada Sabtu siang.(24/01/2026)
Gubernur Banten mengatakan,”peninjauan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi banjir yang menutupi beberapa wilayah di Kecamatan Periuk, termasuk Perumahan dibeberapa wilayah Kecamatan Periuk. Banjir disebabkan oleh jebolnya tanggul di Kali Leduk pada dua titik dengan panjang lebih kurang 7 meter, sehingga ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 cm hingga mencapai 2 meter di beberapa lokasi,”ucapnya.
Pemkot Tangerang telah menyiapkan tiga lokasi pengungsian, yaitu di gedung serbaguna, masjid, dan posyandu. Bantuan logistik dan kebutuhan darurat seperti makanan dan obat-obatan terus disalurkan melalui posko-posko tersebut,”jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menyatakan,”bahwa petugas gabungan dari berbagai dinas sedang berupaya melakukan penanganan darurat untuk menutup tanggul yang jebol.”Kami mengimbau warga untuk mematikan listrik di rumah demi keamanan. Jika tidak memungkinkan bertahan di rumah, segera pindah ke tempat pengungsian yang telah disiapkan,” ujarnya.
Hal senada Mahdiar Kalak BPBD Kota Tangerang, menyampaikan,”Jadi hari ini, dari sembilan Kecamatan yang terdampak banjir, In Syaa Allah tinggal satu Kecamatan, yaitu Periuk, yang masih mengalami ketinggian air cukup tinggi. Kecamatan lain sudah surut, sehingga penanganan di lokasi-lokasi tersebut tinggal pembersihan oleh warga bersama kelurahan setempat. Kami juga BPBD membantu beberapa bagian yang perlu dibantu untuk membersihkan fasos-fasum,” tegasnya.
Lokasi yang masih banjir adalah di Periuk, karena Kali Sabinya masih tinggi, sehingga proses surutnya masih lambat. Namun, ada kecenderungan mulai surut. Mudah-mudahan cuaca membaik.Kedalaman air yang paling dalam mencapai 3 meter lebih, tapi kondisinya sekarang sudah mulai surut,”harapnya.
Jumlah pengungsi hampir 4.000 orang, tersebar di kurang lebih delapan titik pengungsian, yaitu aula Kecamatan, beberapa masjid, dan GOR milik pemerintah di Kecamatan Periuk.
Personil yang diturunkan BPBD kurang lebih 80 orang, dibantu relawan, TNI-Polri, dan OPD-OPD teknis lain,”imbuhnya.
Status siaga hidrometeorologi masih berlaku sampai Februari. Kami himbau warga untuk tetap waspada dan memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Jika terjadi hujan tinggi, hubungi nomor kontak BPBD di IG atau medsos lainnya”tutupnya
Sampai saat ini tim relawan dan BPBD Tangerang masih patroli dan mengantar makanan ke setiap rumah korban banjir
(Spi)














